Dari Skala Kecil Usaha Mandiri,Rizal Al Fatih Kembangkan Peternakan Kambing di Cirebon -->

Menu Atas

Iklan

Live judul

Iklan

berita akrual

Dari Skala Kecil Usaha Mandiri,Rizal Al Fatih Kembangkan Peternakan Kambing di Cirebon

17/04/26


CIREBON – Perkembangan pesat ditunjukkan oleh Kelompok Ternak “Rizal Al Fatih” dalam membangun usaha peternakan berbasis masyarakat di Kota Cirebon. 



Berawal dari usaha sederhana, kini kelompok tersebut berhasil menghadirkan sistem peternakan terpadu yang mencakup berbagai layanan, mulai dari penyediaan kambing qurban, aqiqah siap saji, hingga produksi susu kambing etawa.



Ketua Kelompok Ternak, Danaim Abu Rizal, menjelaskan bahwa usaha ini dirintis sejak tahun 2014 dengan jumlah awal hanya enam ekor kambing perah jenis etawa. Seiring perjalanan waktu, usaha tersebut mengalami pertumbuhan signifikan, termasuk pengembangan ternak domba yang kini telah mencapai sekitar 115 ekor.


“Selain kambing etawa, kami juga mulai mengembangkan kambing perah jenis Saanen yang berasal dari Swiss. Saat ini jumlahnya sekitar 11 ekor dan terus kami tingkatkan dari sisi kualitas,” ujar Abu Rizal, Jumat (17/04/2026).Ia menuturkan, produktivitas susu kambing etawa berkisar antara 500 mililiter hingga 1 liter per hari, tergantung pada kondisi dan pola perawatan ternak.


Tidak hanya fokus pada penjualan hewan, kelompok ini juga menghadirkan layanan yang memudahkan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan aqiqah. Konsumen dapat menikmati layanan lengkap tanpa harus mengurus proses pemotongan hingga pengolahan.


“Kami menyediakan layanan aqiqah siap saji. Masyarakat tinggal menerima hasilnya, sehingga lebih praktis dan efisien,” jelasnya.


Selain itu, penjualan kambing qurban dengan kualitas terjaga serta penyediaan susu kambing etawa menjadi bagian dari layanan utama yang terus dikembangkan.


Pembina Kelompok Ternak, Sigit Nurhendi, menegaskan bahwa keberadaan Rizal Al Fatih tidak semata-mata sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.


“Tujuan kami bukan hanya keuntungan, tetapi bagaimana masyarakat bisa memiliki peluang usaha yang berkelanjutan dan mandiri,” tegasnya.


Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Wanacala, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon, kelompok ini terus membuka akses layanan bagi masyarakat luas yang membutuhkan kebutuhan qurban, aqiqah, maupun susu kambing.


Dengan konsep usaha yang terintegrasi dan pengelolaan yang konsisten, Rizal Al Fatih optimistis mampu menjadi salah satu rujukan utama di Cirebon dalam bidang peternakan kambing.


Di tengah banyaknya usaha ternak yang cenderung bersifat musiman, model bisnis yang diterapkan kelompok ini menawarkan pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Integrasi layanan menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing sekaligus memberikan kemudahan bagi konsumen.


Meski demikian, tantangan tetap perlu dihadapi, terutama dalam menjaga kualitas ternak, memperkuat manajemen usaha, serta memperluas jangkauan pasar. Ketiga aspek tersebut menjadi kunci penting untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan usaha ke depan.


Apabila mampu mempertahankan kualitas dan profesionalisme, Kelompok Ternak Rizal Al Fatih berpotensi menjadi contoh sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus penggerak sektor peternakan lokal di Cirebon.

(Eka)