BANDA ACEH ,Benuapostnusantara.Com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (10/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk mendesak partai mengambil tindakan tegas terhadap oknum anggota DPRK Aceh Singkil berinisial HN yang diduga terlibat pelanggaran etik asusila.
Koordinator aksi, Sapriadi Pohan, menegaskan bahwa PAN harus menjaga integritas dengan memberikan sanksi disiplin yang nyata. Selain tuntutan internal partai, massa juga mendorong agar kasus ini segera diproses melalui sidang Badan Kehormatan Dewan (BKD).
"Ada kasus serupa yang sebelumnya tidak ditindak secara disiplin, karena itu kami meminta PAN Aceh tegas terhadap kader yang melanggar," ujar Sapriadi di sela-sela aksi.
Menanggapi aspirasi tersebut, pengurus DPW PAN Aceh langsung mengajak massa beraudiensi. Pengurus Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Fuadri, menyatakan bahwa partai di bawah kepemimpinan Nazaruddin Dek Gam bersikap sangat responsif dan tidak menoleransi tiga jenis pelanggaran berat.
Tiga Pelanggaran "Harga Mati" PAN: Korupsi,
Narkotika, Tindakan Asusila
Fuadri mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan pelanggaran oleh HN memang mengarah pada pelanggaran etik atau asusila, bukan korupsi maupun narkoba. Saat ini, kasus tersebut sudah sampai ke meja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.
"Rekomendasi dari Badan Pengawas dan Disiplin Partai sudah disampaikan ke DPW, namun belum dipublikasikan karena masih tahap pertimbangan. Kami menunggu keputusan final dari pusat," jelas Fuadri.
Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah seorang warga bernama Basri mengungkap dugaan perselingkuhan antara istrinya, PR, dengan oknum anggota dewan HN. Tak tinggal diam, Basri melalui kuasa hukumnya telah melaporkan dugaan tersebut ke Dewan Etik Partai PAN untuk mendapatkan keadilan.
Di sisi lain, HIMAPAS menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Meski mengapresiasi respons cepat DPW PAN Aceh, mahasiswa menegaskan bahwa kepercayaan publik bergantung pada keberanian partai dalam membersihkan kadernya yang bermasalah.(Tim)

