Andre Rosiade Resmi Dilantik Jadi Ketum DPP IKM,DPD Aceh Singkil Sampaikan Ucapan Selamat -->

Menu Atas

Iklan

Live judul

Iklan

berita akrual

Andre Rosiade Resmi Dilantik Jadi Ketum DPP IKM,DPD Aceh Singkil Sampaikan Ucapan Selamat

13/04/26


ACEH SINGKIL ,Benupostnusantara.Com – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Parlemen Senayan saat deretan tokoh berpengaruh Minangkabau hadir dalam acara pengukuhan pengurus pusat IKM periode 2025–2030, Sabtu (11/4/2026). Dihelat di Gedung Nusantara IV, agenda utama pertemuan besar ini menetapkan Andre Rosiade sebagai Ketua Umum DPP IKM yang baru.



Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh ribuan pengurus dan anggota IKM dari berbagai penjuru tanah air, termasuk perwakilan dari ujung barat Indonesia, yakni DPD IKM Kabupaten Aceh Singkil.



Ketua DPD IKM Aceh Singkil, Damre Effendi, yang hadir langsung dalam prosesi pengukuhan di Jakarta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut.


"Alhamdulillah, acaranya berlangsung cukup meriah. Kami dari IKM Aceh Singkil sangat bersemangat menghadiri kegiatan pengukuhan dan pelantikan Bapak Andre Rosiade sebagai Ketua Umum DPP," ujar Damre Effendi melalui keterangan resminya yang dikutip dari laman Facebook IKM Aceh Singkil, Senin (13/4/2026).


Damree berharap, di bawah kepemimpinan yang baru, IKM di seluruh Indonesia semakin solid dan memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan roda organisasi.


"Mudah-mudahan ke depan, IKM di seluruh Indonesia semakin antusias dan memberikan dukungan penuh demi kemajuan organisasi kita bersama. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan membawa IKM semakin bermanfaat bagi masyarakat luas," tambahnya.


Pelantikan ini menandai babak baru bagi organisasi yang menghimpun warga perantauan Minang tersebut. Sebagai tokoh nasional, terpilihnya Andre Rosiade diharapkan mampu memperkuat jejaring ekonomi dan sosial warga IKM, baik yang berada di pusat maupun di daerah-daerah seperti Aceh Singkil.


Kehadiran DPD IKM Aceh Singkil dalam acara ini juga menjadi bukti nyata sinergitas yang kuat antar pengurus daerah dengan pusat, sekaligus menunjukkan eksistensi komunitas perantau Minang yang tetap solid meski berada jauh dari tanah kelahiran.(Maksum)