Mengetahui bagaimana negara-negara dipimpin oleh orang-orang yang memiliki delegasi untuk bisa menduduki jabatan di pemerintahan dari waktu ke waktu dalam memimpin suatu negara, tampaknya terus melakukan modifikasi.
Sampai sekarang, masih banyak kebijakan dari pemimpin di banyak negara yang kelihatannya selalu salah di mata publik. Hal ini membuat kita bertanya, "Sebenarnya standar pemimpin yang baik itu seperti apa?" Atau, "Kriteria apa yang harus dipenuhi seseorang tatkala akan menjadi pemimpin?" Dan, "Apa saja fungsi pemimpin yang membuat kehadirannya penting di tengah-tengah masyarakat?" Simpan semua pertanyaan seperti ini, dan simak sampai habis artikel ini untuk mendapatkan jawabannya. Selamat membaca!
A. Perbedaan antara Pemimpin dan Kepemimpinan (Leadership)
Bersumber pada situs LSPR Institute, terdapat perbedaan yang cukup tipis antara pemimpin dan kepemimpinan (leadership), dijelaskan sebagai berikut.
a. Kepemimpinan
Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk bisa benar-benar mengerti kebutuhan dan keinginan orang yang dipimpin, membimbing, serta menjadi inspirasi mereka dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan. Kemampuan ini diperoleh seseorang melalui proses belajar dari pengalaman pribadi, pendidikan, atau pengembangan diri. Jiwa kepemimpinan bisa dimiliki seseorang meskipun ia belum secara resmi mendapatkan gelar pemimpin.
b. Pemimpin
Pemimpin adalah seseorang yang didelegasikan untuk memegang suatu jabatan secara formal atau resmi. Namun, tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi diakui sebagai pemimpin karena proses pelantikannya dilakukan dengan adat atau kebiasaan yang berlaku.
B. Peran Seorang Pemimpin
Peran seorang pemimpin baik yang ada di organisasi masyarakat maupun pemerintah di suatu wilayah sangat beragam. Telah dirangkum peran seorang pemimpin, berikut ini!
1. Mengarahkan untuk Meningkatkan Kinerja Tim
Memperhatikan, mengajarkan, dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh setiap anggota tim adalah bagian dari tugas pemimpin untuk memastikan mereka bisa melanjutkan langkah berikutnya dalam mencapai tujuan.
2. Menjadi Contoh yang Baik
Menurut situs Universitas STEKOM, pemimpin adalah sosok yang harus bisa menjadi contoh. Pemimpin lebih dari sekadar memberi perintah, tetapi juga memberi contoh tentang nilai-nilai positif agar mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika ingin anggota tim melakukan sesuatu, maka seorang pemimpinlah yang harus melakukannya pertama kali untuk mencontohkan kepada anggota tim, seperti apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukan sesuatu itu dengan benar.
Pemimpin adalah tameng bagi yang dipimpin. Pemimpinlah yang menanggung, melindungi, atau bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya sehingga pemimpin adalah sosok yang kuat (dalam berpikir), pelindung yang kokoh, dan pembimbing yang lembut bagi para pengikutnya.
Pemimpin harus tanggap dalam membaca perubahan yang bisa datang secara tiba-tiba, mencari solusi untuk menyesuaikan diri dan tim agar bisa beradaptasi pada perubahan dalam rangka mempertahankan kestabilan di kondisi yang kurang stabil.
Nilai-nilai positif yang dimiliki seorang pemimpin dengan jiwa kepemimpinan sejati bukan hanya bisa menjadi teladan dan meningkatkan kualitas dalam mencapai tujuan, tetapi juga dapat menambah kesejahteraan mental dan finansial bagi orang yang mengikutinya.
3. Memperlakukan Anggota Tim dengan Baik
Memberi perlakuan kepada anggota tim dengan baik adalah dengan melakukan hal-hal seperti yang disebutkan dibawah ini.
• Mengapresiasi perkembangan individu dalam tim: misalnya memuji mereka setelah mereka mengerjakan sesuatu. Ini adalah cara untuk meningkatkan semangat bekerja dan bisa membuat mereka merasa lebih dihargai.
• Mencegah konflik atau melerai anggota tim yang berselisih: mendengarkan perspektif pihak-pihak yang berselisih, mengetahui dan menganalisa akar permasalahannya, dan mencari solusi yang terbaik, tidak memihak, serta menggiring mereka untuk berdamai dan bersatu atau bekerja sama lagi.
• Menyelesaikan masalah Individu dalam tim: pemimpin mengidentifikasi dan mengatasi masalah atau hambatan yang dapat menghambat kinerja individu dalam tim. Akhirnya akan menghambat progres kinerja tim. Dengan tidak adanya hambatan dalam proses perkembangan mereka produktivitas mereka akan meningkat.
• Memperlakukan setiap anggota tim dengan adil dan bijaksana: mengenali kepribadian, kelebihan, dan kekurangan masing-masing anggota tim sehingga ia dapat mengukur dan tepat dalam menempatkan dan memberikan tugas kepada seseorang. Menonjolkan kelebihan untuk menutupi kekurangan-kekurangan mereka, serta dapat meningkatkan efektivitas kinerja tim tanpa harus menggunakan kekerasan atau paksaan yang bisa menurunkan kesejahteraan mental mereka.
3. Memperkuat Komunikasi
Memperkuat komunikasi dengan memberikan wadah bagi anggota tim untuk menyampaikan masukkan, ide, gagasan, atau masalah mereka. Pemimpin harus terbuka terhadap pendapat atau masukkan anggota tim. Menyatukan pikiran masing-masing anggota tim untuk menjaga harmonisasi dalam mereka bekerja sama. Demikian dikutip dari GreatNusa.
4. Mampu Mengambil Keputusan yang Tepat
Mengumpulkan informasi sesuai kebutuhan dan menentukan tindakan yang paling tepat dalam situasi yang menyediakan pilihan atau alternatif lain dengan segala risikonya.
Kesinambungan sebuah organisasi atau suatu negara ada pada keputusan pemimpinnya. Keputusan harus diambil dengan tepat (menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi, tetapi tidak menimbulkan masalah lain) dan cepat (untuk mencegah masalah membengkak menjadi masalah yang semakin luas, kompleks, dan sulit ditangani) dalam segala situasi.
Dalam membuat kebijakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi negara, meski kebijakan tersebut ditentang oleh banyak pihak, pemimpin yang baik akan konsisten pada pilihan atau keputusannya karena keputusan itu telah didasari oleh ilmu pengetahuan dengan perhitungan yang matang.
Pada penjelasan di atas, tampak jelas bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi justru karena itulah kehadiran seorang pemimpin diharapkan dan sangat krusial bagi kelangsungan hidup umat manusia. Pemimpinlah yang akan menentukan nasib orang-orang yang dipimpinnya, keberhasilan mencapai tujuan bergantung pada kompetensi pemimpin tersebut.
Inilah elektabilitas yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Seseorang tidak bisa menjadi pemimpin yang baik secara instan, pengalaman dan sifat komprehensif sekalipun tidak bisa menjamin.
Kini, media massa telah menggiring opini publik bahwa kriteria seorang pemimpin bukan nilai-nilai positif yang dimilikinya, tetapi adalah soal kepopulerannya sehingga dalam kebijakan dan solusi yang diberikan kurang berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat cenderung hanya memikirkan kebutuhan sementara, mereka tidak lebih terfokus pada permasalahan dan solusi jangka panjang. Inilah kondisi dan mintset yang dimanfaatkan oleh mereka yang mengejar popularitas. Saat masyarakat membutuhkan pertolongan hari ini, mereka akan memberikan solusinya, tetapi hanya untuk hari ini, tidak untuk hari-hari selanjutnya.
Bagaimanapun juga, semua yang terjadi tidak lepas dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh-Nya. Dengan demikian, terjawab sudah pertanyaan di atas, baik tugas, fungsi, dan perannya dalam hidup dan kehidupan manusia lain. Sekian, semoga bermanfaat dan terima kasih.
Penulis: Marcella Safitri

