Panggung Megah Karya Santri Pukau Wakil Bupati di Pentas Seni Ponpes Al-Ishaqi -->

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Monetag_ads

Panggung Megah Karya Santri Pukau Wakil Bupati di Pentas Seni Ponpes Al-Ishaqi

15/02/26


ACEH SINGKIL – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishaqi, Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, menggelar pentas seni spektakuler pada Sabtu malam (14/2/2026). Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan menjadi ajang pembuktian kreativitas santri.



Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman. Sejak memasuki arena, orang nomor dua di Aceh Singkil tersebut tampak terkesan dengan suasana dan kemegahan acara yang disiapkan oleh keluarga besar pesantren.


Fokus utama yang mencuri perhatian dalam acara tersebut adalah panggung utama yang berdiri megah. Dengan dekorasi bernuansa arsitektur Islami yang detail dan artistik, panggung tersebut terlihat seperti bangunan permanen hasil sentuhan profesional.


Hamzah Sulaiman bahkan mengaku sempat terkecoh dan mengira panggung tersebut dikerjakan oleh kontraktor dari luar.


“Saya kira ini dikerjakan pihak profesional atau bangunan permanen. Ternyata semua hasil karya santri dan pengasuh sendiri. Ini bukan karya biasa—ini bukti kemandirian dan kreativitas luar biasa,” ujar Hamzah dengan nada kagum.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya persiapan spiritual dan sosial dalam menyambut bulan puasa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi.


"Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih dan lapang. Kedamaian Aceh Singkil terletak pada sikap saling menghargai dan menjaga ukhuwah," tegasnya di hadapan ratusan santri dan tamu undangan.


Pentas seni malam itu menampilkan berbagai bakat santri yang memukau penonton, di antaranya:


Pencak Silat: Aksi bela diri penuh energi.


Tarian Islami: Gerak harmonis yang sarat akan nilai religius.


Puisi dan Teater Religi: Pertunjukan yang mengangkat pesan moral serta semangat perjuangan.


Melalui gelaran ini, Ponpes Al-Ishaqi membuktikan bahwa pesantren bukan sekadar pusat pendidikan agama, melainkan juga wadah bagi generasi muda untuk mengasah bakat dan mental mandiri. Acara ini menjadi pengingat bahwa tradisi, seni, dan spiritualitas dapat berjalan beriringan dalam membangun karakter santri sekaligus memperkuat harmoni di Aceh Singkil.(Maksum)