Kolong Tol Papanggo yang Viral: Warga Minta Jadi Ruang Terbuka, Sebut Juga ada Pungutan Tak Jelas -->

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Monetag_ads

Kolong Tol Papanggo yang Viral: Warga Minta Jadi Ruang Terbuka, Sebut Juga ada Pungutan Tak Jelas

Redaksi BPN
14/02/26


 

Jakarta Utara, benuapostnusantara.com - Kolong tol Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, baru-baru ini jadi sorotan setelah viral karena kebakaran dan tumpukan sampah yang parah. Menanggapi hal itu, warga RW 08 khususnya RT 10 dan RT 11 mengutarakan harapan bersama agar lokasi tersebut diubah menjadi ruang terbuka bermanfaat, terutama untuk anak-anak. Sabtu (14/2/2026).

 

Eni warga Rt.11 berharap lokasi yang dulunya tertutup sampah dan sudah dibersihkan, dijadikan taman atau ruang terbuka publik.


 "Jika lokasi tersebut sudah dibuat rapi dan indah, insyaallah warga akan dapat menjaganya dengan baik sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah di situ," katanya.

 

Tempat itu bisa difungsikan untuk kegiatan positif seperti area bermain anak, lapangan futsal, atau ruang belajar bersama. Para ibu-ibu siap berpartisipasi menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas, karena akan bermanfaat bagi seluruh keluarga di RW 08. Selain bantuan dari CMNP, Eni juga mengharapkan dukungan dari seluruh warga dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, berharap harapan ini segera terlaksana.

 

 

Eko Ketua RT 11 mengucapkan terima kasih kepada aparat dan pemerintah yang telah menangani masalah sampah viral tersebut. Untuk kedepannya, dia menghimbau CMNP agar lebih memperhatikan petugasnya dan menerapkan larangan tegas terhadap pembuangan sampah sembarangan di kolong tol.

 

Sebelumnya, pengurus RT pernah mencoba melarang langsung namun menimbulkan keributan. Oleh karena itu, dia mengusulkan agar pihak terkait menunjuk tokoh masyarakat dengan kompensasi yang sesuai. Setelah dibersihkan, Eko berharap kolong tol diubah menjadi tempat bermain anak-anak, karena lingkungan bersih dengan fungsi jelas akan lebih mudah dijaga dan dihargai warga.

 

"Jika sampah tetap menumpuk terus-menerus, kami sebagai pengurus RT maupun RW tidak akan mampu menangani masalahnya sendirian. Mohon agar tidak terus-menerus mengandalkan kami dalam menangani persoalan sampah," tandasnya.

 

Maulana Warga RT 10

 

Maulana menekankan pentingnya mempercepat pengerjaan agar lokasi tidak dibiarkan lama kosong. Dia berharap kolong tol dibersihkan dan dibuat menjadi ruang terbuka hijau atau area bermain anak-anak, sehingga pembuangan sampah sembarangan dapat dicegah dan lingkungan menjadi rapi sesuai penataan kota.

 

Selain itu, dia mengusulkan agar disediakan bak sampah umum yang diangkut secara teratur. Dengan adanya fasilitas yang jelas, diharapkan tidak ada lagi lahan kosong yang jadi tempat pembuangan sampah, sekaligus mengurangi risiko kebakaran yang bisa mengganggu keamanan lalu lintas di atas tol.

 

"Kami tidak ingin tindakan sembarangan sebagian orang berdampak negatif pada seluruh warga. Dengan fasilitas yang tepat, kita semua dapat merasakan kenyamanan dan ketentraman," ujarnya.

 

Hazairin (Ketua RT 10)

 menyampaikan bahwa sebelumnya telah ada rapat bersama walikota di mana walikota menjanjikan pemberian bak sampah. Dia mengusulkan agar bak sampah ditempatkan di lokasi yang mudah diakses, atau jika perlu dibuat lebih besar agar bisa diangkut secara teratur (seminggu sekali atau dua hingga tiga hari sekali).

 

Berkaitan dengan lahan sekitar jalan tol Papanggo, dia mengusulkan agar dibuat sebagai area permainan anak-anak atau tempat dengan tampilan menarik, karena anak-anak yang bermain di sana tidak akan sembarangan membuang sampah. Selain itu, dia juga menyampaikan masalah pungutan biaya tidak jelas antara Rp5.000 hingga Rp7.000 untuk pembuangan sampah menggunakan gerobak di TPS waduk Cincin– yang seharusnya tidak ada pungutan sama sekali. Hazairin telah menyuruh warga agar mencatat nama pihak yang memungut dan akan melaporkannya ke Polsek, sekaligus meminta warga untuk mencari tahu motif di balik pungutan tersebut.

 

Dia menambahkan bahwa tahun lalu pernah terjadi kebakaran yang membuat barang warga terbakar habis tanpa tindakan perbaikan yang jelas. Jika lokasi akhirnya dijadikan area permainan anak-anak, pengurus dan warga siap berperan aktif menjaganya agar tidak kembali jadi tempat pembuangan sampah.


Ketika awak media mengkonfirmasi, Yusdi selaku CMNP Papanggo melalui pesan WhatsApp, ia memilih bungkam tanpa ada jawaban. 


(Tina).