ASTANAJAPURA, 15 Februari 2026 — Derasnya arus Sungai Cikanci akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Munjul dan Desa Sidamulya ambruk total pada Kamis (9/2/2026).
Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan kedua desa. Putusnya akses ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat sehari-hari.
Rokhmat, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa sebelum jembatan ambruk, warga dapat menyeberang hanya dalam hitungan menit. Namun kini, masyarakat terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang.
“Untuk menuju Desa Sidamulya, jika harus memutar, waktu dan jaraknya bisa dua kali lipat lebih lama. Selain jembatan yang ambruk, kondisi tebing di sekitarnya pun semakin terkikis akibat arus sungai yang deras,” ujarnya dengan nada khawatir.
Ia menambahkan, dampak ambruknya jembatan tidak hanya dirasakan dalam hal mobilitas, tetapi juga memengaruhi sektor perekonomian warga. Sejumlah pedagang kesulitan mengangkut barang dagangan, petani tidak dapat menjangkau lahan pertanian di seberang sungai, serta para siswa mengalami kendala untuk pergi ke sekolah.
“Kami belum memiliki data pasti jumlah kepala keluarga yang terdampak, namun jelas banyak masyarakat yang terpengaruh,” tambahnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Komandan Koramil 0620-11/Astanajapura, Kapten CKE Agung Prayogo, menyampaikan bahwa pihaknya segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah penanganan darurat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, Koramil bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat guna memulihkan akses sementara antara kedua desa.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintasi area yang rawan longsor di sekitar lokasi jembatan yang ambruk.
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen. Selain itu, warga juga meminta agar dilakukan penguatan tebing di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya longsor susulan.
“Kami berharap tidak hanya jembatan yang dibangun kembali, tetapi juga tebing di sampingnya perlu diturap untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Jika tebing terus terkikis, dikhawatirkan area sekitar akan semakin rawan longsor maupun kerusakan lainnya,” jelas Rokhmat.
Dalam kesempatan tersebut, warga turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Koramil yang sigap memberikan bantuan pascakejadian.
“Mereka datang pada malam hari setelah kejadian bersama anggotanya. Kami sangat menghargai dukungan tersebut. Warga Desa Munjul dan Sidamulya bahu-membahu dalam situasi ini. Kami berharap pemerintah segera memberikan perhatian yang layak bagi masyarakat kami,” pungkasnya.
(Pendim 0620)
---



