Silaturahmi Sultan Kaprabonan XI dan Ulama Cirebon Perkuat Sinergi Tradisi dan Budaya Sambut Ramadhan 1447 H -->

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Monetag_ads

Silaturahmi Sultan Kaprabonan XI dan Ulama Cirebon Perkuat Sinergi Tradisi dan Budaya Sambut Ramadhan 1447 H

17/02/26


CIREBON, 17 Februari 2026 – Hubungan erat antara budaya, tradisi, dan ajaran Islam di tanah Jawa, khususnya di Kota Cirebon, kembali ditegaskan dalam pertemuan penuh makna antara Sultan Kaprabon XI yang diwakili oleh P. Handi Raja Kaprabon, SE., MM., dengan tokoh ulama kharismatik KH. Ma'dun, pimpinan Pondok Pesantren Kebon Syarif, Cibogo. 



Pertemuan berlangsung di Keraton Kaprabon, Jalan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, pada Senin (16/2/2026), dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Agenda utama silaturahmi tersebut adalah membahas program kegiatan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H serta rencana kegiatan Syawalan setelah Hari Raya Idul Fitri yang akan dipusatkan di lingkungan Keraton Kaprabon.



Sebagai salah satu pusat kebudayaan dan sejarah Islam di Cirebon, Keraton Kaprabon memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai tradisi yang berpadu harmonis dengan syiar agama Islam. Sinergi antara keraton dan ulama menjadi pilar penting dalam memperkuat identitas religius dan budaya masyarakat Cirebon.


P. Handi Raja Kaprabon menyampaikan bahwa momentum Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga ruang penguatan ukhuwah Islamiyah dan pelestarian tradisi leluhur yang sarat nilai spiritual. “Keraton dan pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk bersama-sama membimbing umat, menjaga nilai adab, serta memperkuat harmoni sosial,” ujarnya.


Sementara itu, KH. Ma’dun menegaskan pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga marwah syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Pondok Pesantren Kebon Syarif yang dipimpinnya di Kampung Cibogo, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, selama ini aktif membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai agama sekaligus mencintai budaya serta tradisi daerahnya.


Pertemuan ini menjadi momen penting yang menunjukkan bahwa di Cirebon, budaya dan Islam bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan satu kesatuan yang saling menguatkan. Sinergi Sultan dan ulama diharapkan mampu menjadi teladan serta memperkokoh persatuan umat dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan momentum Syawalan mendatang.

(Eka)