Benua Post Nusantara – Internasional
Tanggal 1 Januari selama ini dikenal luas sebagai awal Tahun Baru berdasarkan kalender Gregorian yang menjadi acuan internasional dalam pemerintahan, ekonomi, dan perdagangan global. Namun demikian, tidak semua negara menjadikan tanggal tersebut sebagai momentum pergantian tahun.
Sejumlah negara masih mempertahankan sistem penanggalan tradisional yang berakar pada budaya, sejarah, dan kepercayaan masing-masing. Akibatnya, perayaan Tahun Baru di negara-negara tersebut jatuh pada tanggal yang berbeda dari 1 Januari.
Berikut lima negara yang tidak menjadikan 1 Januari sebagai hari utama perayaan Tahun Baru:
1. Tiongkok
Tiongkok merayakan Tahun Baru berdasarkan kalender lunar yang dikenal sebagai Tahun Baru Imlek. Perayaannya biasanya berlangsung antara akhir Januari hingga pertengahan Februari dan menjadi tradisi penting dalam kehidupan sosial serta budaya masyarakat Tionghoa.
2. Iran
Iran menggunakan kalender Persia atau Hijriah Syamsiah sebagai kalender nasional. Tahun Baru yang disebut Nowruz dirayakan setiap 21 Maret, bertepatan dengan awal musim semi dan memiliki makna filosofis tentang pembaruan kehidupan.
3. Arab Saudi
Arab Saudi secara resmi mengacu pada kalender Hijriah. Tahun Baru Islam yang jatuh pada 1 Muharram tidak memiliki tanggal tetap dalam kalender Gregorian dan berpindah sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya.
4. Israel
Israel merayakan Tahun Baru menurut kalender Ibrani yang dikenal dengan Rosh Hashanah. Perayaan ini biasanya jatuh pada bulan September atau Oktober dan memiliki makna religius yang kuat bagi umat Yahudi.
5. Ethiopia
Ethiopia menggunakan kalender Ethiopia yang berbeda sekitar tujuh hingga delapan tahun dari kalender Gregorian. Tahun Baru Ethiopia, Enkutatash, dirayakan setiap 11 September dan menandai pergantian tahun nasional negara tersebut.
Perbedaan penentuan Tahun Baru ini menunjukkan bahwa sistem penanggalan tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukur waktu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya dan sejarah suatu bangsa. Meski kalender Gregorian digunakan secara luas dalam hubungan internasional, keberagaman kalender tradisional tetap hidup dan dijaga hingga kini.

