Benua Post Nusantara, Pacitan - Keterbatasan anggaran rehabilitasi bangunan membuat Puskesmas Lorok belum mampu memperbaiki seluruh fasilitas layanan kesehatan secara menyeluruh. Sejumlah bagian bangunan yang masih menunjukkan bekas kerusakan dan rehabilitasi yang belum tuntas kini ditutup sementara dengan mural dan penataan visual interior.
Kepala Puskesmas Ngadirojo Pacitan, dr. Rini Endrawati, M.Kes, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan bahwa dana rehabilitasi yang tersedia belum mencukupi untuk menuntaskan seluruh pekerjaan perbaikan fisik bangunan puskesmas.
“Masih ada beberapa bekas rehab yang belum bisa ditutup semua karena keterbatasan anggaran. Supaya tidak terlihat rusak atau mbrocel, kami tutupi dengan hiasan dan mural,” ujar dr. Rini kepada wartawan pada Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut dr. Rini, mural yang kini menghiasi sejumlah ruangan dan dinding Puskesmas Lorok bukan sekadar elemen estetika, melainkan solusi sementara agar kondisi bangunan tetap layak secara visual dan fungsional. Pengerjaan mural tersebut melibatkan anak-anak muda pegiat seni dari wilayah Lorok sebagai bentuk pemberdayaan potensi lokal.
“Sementara kami tutup dengan mural, dan pengerjaannya kami serahkan kepada anak-anak muda pegiat seni Ngadirojo,” jelasnya.
Selain mural, berbagai papan nama ruangan dan tulisan penunjuk layanan di lingkungan Puskesmas tersebut juga merupakan hasil karya pemuda setempat. Penataan tersebut dimanfaatkan untuk menutup bagian-bagian bangunan yang belum dapat diperbaiki akibat keterbatasan anggaran rehabilitasi.
“Tulisan-tulisan di setiap nama ruangan juga hasil karya anak-anak Ngadirojo. Itu sebenarnya untuk menutup brocelan-brocelan bekas rehab,” ungkap dr. Rini.
Ia mengakui, hingga saat ini masih terdapat ruangan tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut, salah satunya kamar anak yang belum sepenuhnya tertangani. Sementara ruangan lain diakali dengan penataan visual agar tetap terlihat rapi dan nyaman.
“Hanya kamar anak yang masih perlu sedikit di-cover. Yang lain kami akali dengan papan nama ruangan dan listing,” katanya.
Lebih lanjut dia pun menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan solusi permanen, melainkan upaya darurat agar pelayanan kesehatan tetap berjalan di lingkungan yang lebih tertata sembari menunggu dukungan anggaran lanjutan.
“Belum mampu memperbaiki semua bagian bangunan, tapi paling tidak kondisi sekarang sudah lebih baik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Lorok tetap berjalan normal. Pihak puskesmas berharap ke depan adanya perhatian dan dukungan anggaran yang lebih memadai agar perbaikan fisik bangunan dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai standar fasilitas layanan kesehatan dasar.(*)
Penulis : Iwan