Usai Diguyur Hujan Deras di JLS Sirnoboyo Pacitan, Pedagang Warung Mengeluh Sepi Pembeli -->

Live berita akrual

Monetag_ads

Usai Diguyur Hujan Deras di JLS Sirnoboyo Pacitan, Pedagang Warung Mengeluh Sepi Pembeli

31/01/26

Benua Post Nusantara, Pacitan - Aktivitas masyarakat di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS) kawasan Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, terpantau menurun pada Sabtu malam (31/1/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari membuat suasana malam Minggu yang biasanya ramai berubah menjadi lengang.

Pantauan di lapangan menunjukkan, arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut tidak seramai akhir pekan sebelumnya. Beberapa titik yang kerap menjadi tempat berkumpul warga, seperti warung kopi dan kedai makanan ringan, tampak sepi pengunjung. Kursi-kursi yang biasanya terisi penuh terlihat kosong, sementara pedagang lebih banyak duduk menunggu pembeli datang.

Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari ramainya pengunjung JLS, khususnya pada malam Minggu. Salah satunya Rani, pemilik warung kopi Warkit (Warung Kita), yang mengaku pendapatan usahanya menurun akibat sepinya pembeli dalam beberapa hari terakhir.

“Untuk hari-hari ini memang terasa sepi. Apalagi malam ini hujan deras, jadi pembeli sangat berkurang. Biasanya malam Minggu ramai, tapi sekarang beda,” ujar Rani saat ditemui wartawan di lokasi.

Menurut Rani, faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya jumlah pengunjung. Hujan deras yang turun sejak malam hari membuat masyarakat enggan keluar rumah, terutama untuk sekadar nongkrong atau bersantai di warung kopi.

“Kalau hujan seperti ini, orang-orang pasti memilih di rumah. Jadi warung ikut terdampak,” jelasnya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan malam Minggu pada pekan sebelumnya. Menurutnya, pada akhir pekan lalu suasana masih terbilang ramai dan pengunjung cukup stabil. Namun, situasi berbeda dirasakan pada malam ini.

“Kalau dibandingkan Minggu kemarin, jauh berbeda. Minggu lalu Alhamdulillah masih lumayan ramai, tapi malam ini benar-benar sepi,” ungkapnya.

Selain faktor cuaca, Rani juga menilai kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat turut mempengaruhi aktivitas usaha di kawasan JLS Sirnoboyo. Ia menyebutkan, dalam sepekan terakhir pemasukan warungnya tidak menentu dan cenderung mengalami penurunan.

“Pemasukan tidak stabil. Kadang ada, kadang sangat sepi. Mungkin memang kondisi ekonomi juga berpengaruh,” katanya.

Meski demikian, Rani mengaku tetap berusaha bersabar dan menerima kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika usaha kecil. Ia berharap situasi segera membaik dan pengunjung kembali ramai ketika cuaca mendukung.

“Kami syukuri saja. Mungkin rezekinya memang segini. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih ramai lagi,” tuturnya.

Sebagai informasi, kawasan JLS Sirnoboyo selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Pacitan untuk menghabiskan waktu malam, khususnya pada akhir pekan. Deretan warung kopi dan kedai makanan ringan yang berdiri di sepanjang jalur tersebut kerap menjadi tempat singgah warga lokal maupun pengendara yang melintas.

Namun demikian, faktor cuaca yang tidak menentu serta kondisi ekonomi masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil di kawasan tersebut, terutama pada musim hujan. Para pedagang berharap adanya peningkatan kunjungan kembali agar roda perekonomian kecil di sepanjang JLS Sirnoboyo tetap berjalan.(*)

Penulis : Iwan