Viral,Isu Gaji DPR Tiga juta per Hari , Berikut Fakta dan Rinciannya. -->

Live berita akrual

Monetag_ads

Viral,Isu Gaji DPR Tiga juta per Hari , Berikut Fakta dan Rinciannya.

20/08/25

Jakarta, benuapostnusantara.com | Isu soal besaran gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dengan narasi “Gaji DPR Rp 3 juta per hari”. Tagar dan perbincangan seputar isu tersebut ramai dibahas warganet, terutama di platform X (Twitter).

Viralnya kabar ini berawal dari unggahan akun base menfess yang menampilkan tangkapan layar berita berjudul “MANTAP! Gaji Anggota DPR RI Naik Jadi Rp 3 Juta Per Hari”. Unggahan tersebut langsung menuai pro-kontra, sebagian menilai angka tersebut berlebihan, sementara lainnya menuntut klarifikasi resmi terkait kebenaran informasi yang beredar.


Fakta Gaji DPR RI

Berdasarkan data resmi, gaji pokok anggota DPR RI tidaklah sebesar yang disebutkan dalam narasi viral tersebut. Gaji pokok anggota DPR RI per bulan tercatat sekitar Rp 4,2 juta. Namun, yang membuat total penerimaan anggota DPR membengkak adalah berbagai tunjangan melekat.


Berikut komponen gaji dan tunjangan anggota DPR RI (perkiraan rata-rata per bulan):

Gaji pokok: Rp 4,2 juta

Tunjangan istri/suami: Rp 420 ribu

Tunjangan anak: Rp 168 ribu

Tunjangan jabatan: Rp 9,7 juta

Tunjangan beras: Rp 198 ribu

Tunjangan kehormatan: Rp 5,6 juta

Tunjangan komunikasi intensif: Rp 15,5 juta

Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan: Rp 3,7 juta

Di luar itu, anggota DPR juga menerima tunjangan rumah, kesehatan, perjalanan dinas, serta dana operasional sesuai jabatan di alat kelengkapan dewan. Jika ditotal, penerimaan kotor seorang anggota DPR RI bisa mencapai sekitar Rp 50–70 juta per bulan, tergantung jabatan.


Klarifikasi dan Tuntutan Transparansi

Meski jika dihitung-hitung penerimaan per hari dapat mencapai rata-rata Rp 2–3 juta, klaim “gaji DPR Rp 3 juta sehari” dinilai menyesatkan karena tidak sepenuhnya mencerminkan struktur gaji yang sesungguhnya. Banyak pihak menegaskan bahwa istilah tersebut lebih tepat disebut “total penerimaan” yang terdiri dari gaji pokok dan beragam tunjangan.

Sejumlah pengamat menilai, isu ini kembali mencuat karena ketimpangan kesejahteraan antara pejabat negara dan masyarakat yang masih menghadapi persoalan ekonomi. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran untuk kesejahteraan anggota DPR RI pun kembali dipertanyakan publik.


Hingga kini, pihak DPR RI belum memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi viral tersebut. Namun, isu gaji dan tunjangan DPR RI diyakini akan terus menjadi sorotan, mengingat tuntutan publik terhadap kinerja legislatif yang lebih nyata dan berpihak pada rakyat.

Dihimpun dari berbagai sumber (team)