Sentuhan Kasih AWN di Rumah Tak Layak Huni Keluarga Soleni, Air Mata Haru dan Harapan Baru -->

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Monetag_ads

Sentuhan Kasih AWN di Rumah Tak Layak Huni Keluarga Soleni, Air Mata Haru dan Harapan Baru

05/03/26


Nganjuk, benuapostnusantara.com

Rabu, 4 Maret 2026, menjadi hari yang terukir abadi dalam ingatan keluarga Soleni (49) di Desa Bukur, Kabupaten Nganjuk. Tim Wartawan Nganjuk (AWN) kembali menggelar bakti sosial kemanusiaan, membawa bukan hanya bantuan materi, tetapi juga harapan baru yang hangat ke rumah warga yang kondisinya menyayat hati ini.


Kedatangan tim AWN bukan sekadar rutinitas kegiatan sosial. Mereka ingin menyaksikan langsung kehidupan Soleni yang tinggal bersama putri bungsunya, Syahra, siswa kelas 4 SD. Saat melangkah masuk ke halaman rumah, pemandangan yang menyedihkan langsung menyambut mata mereka, bangunan yang kumuh, dinding yang rapuh seolah siap runtuh kapan saja, dan fasilitas yang sangat minim. Rumah itu jelas tak layak huni, namun di sanalah keluarga ini menjalani hari-hari mereka.

Perasaan iba dan haru langsung menyelimuti seluruh anggota tim AWN. Tak hanya mereka, Syahra, anak kecil yang masih berusia belasan tahun itu pun tak dapat membendung air mata tipis yang mengalir di pipinya. Di balik air matanya, tercampur rasa senang dan haru melihat kedatangan orang-orang yang penuh kasih sayang, yang peduli terhadap nasib keluarganya yang sulit.

Salah satu anggota AWN mendekati Syahra dengan lembut, mencoba menghibur dan berbicara dari hati ke hati. Dengan suara lirih namun penuh harapan dan impian, Syahra mengungkapkan cita-citanya yang sederhana namun indah, "Saya kalau sudah besar ingin menjadi seorang koki." Kata-kata itu membuat hati tim AWN semakin terharu, menyadari bahwa di tengah kesulitan, anak kecil ini masih memiliki mimpi yang ingin diwujudkan.

Kedatangan tim AWN disambut dengan haru yang mendalam oleh Soleni, Syahra, dan beberapa tetangga sekitar. Raut wajah mereka terpancar kebahagiaan yang tulus, seolah-olah beban berat yang menimpa pundak mereka sedikit terangkat oleh perhatian yang diberikan. "Saya sangat berterima kasih atas bantuannya. Semoga bantuan bapak-bapak ini menjadi berkah untuk putri saya. Kami sangat terharu dan tidak dapat berkata apa-apa selain terima kasih," ucap Soleni dengan suara bergetar, matanya berkaca-kaca.

Kisah keluarga Soleni semakin menyentuh hati ketika diketahui bahwa ia adalah seorang duda dengan tiga anak. Belum genap tiga bulan sejak ia ditinggal pergi selamanya oleh istrinya, trauma kehilangan masih sangat terasa di hatinya. Setiap sudut rumah seolah menyimpan kenangan, dan kesepian sering kali menghampiri. Kondisi rumah yang memprihatinkan ini semakin membuat nasib keluarga ini menjadi perhatian serius bagi tim AWN.

Melihat kondisi yang demikian, tim AWN bertekad tidak berhenti hanya pada pemberian bantuan kasur busa, beras, dan uang tunai. Mereka berencana untuk mengajukan permohonan bantuan lebih lanjut kepada pemerintah desa dan dinas terkait, agar kondisi rumah Soleni dapat diperbaiki dan menjadi tempat yang layak, hangat, dan aman untuk ia dan putrinya tinggal. Bagi mereka, membantu keluarga ini bukan hanya tugas, tetapi juga panggilan hati.

Ketua AWN, Puguh Santoso yang akrab disapa Bujel, menyampaikan harapannya agar AWN terus dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Nganjuk. "Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman wartawan dan para donatur yang telah membantu kegiatan bakti sosial kemanusiaan ini. Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan dapat membawa dampak positif bagi mereka yang sedang kesulitan," ungkapnya dengan penuh semangat dan keyakinan.

Di tengah kesulitan yang dihadapi keluarga Soleni, sentuhan kasih dari tim AWN dan para donatur menjadi sinar harapan yang menyinari hari-hari mereka yang kelabu. Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral yang membuat mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi cobaan hidup. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama, karena kebaikan kecil yang tulus dapat membawa dampak yang besar dan mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik.(Tomo)