Hati-Hati Bagi Pengguna Jalan dan Pemudik! Ada Jalan Berlubang di Sepanjang JLS Pacitan-Ngadirojo, Keselamatan Harus Jadi Prioritas -->

Menu Atas

GA

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Hati-Hati Bagi Pengguna Jalan dan Pemudik! Ada Jalan Berlubang di Sepanjang JLS Pacitan-Ngadirojo, Keselamatan Harus Jadi Prioritas

15/03/26

Benua Post Nusantara, Pacitan - Menjelang musim mudik Lebaran tahun 2026, kondisi Jalan Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kota Pacitan dengan Kecamatan Ngadirojo, Sudimoro, hingga Kabupaten Trenggalek kembali menjadi sorotan. Jalur vital yang melewati Dusun Godek Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan ini kini mengalami kerusakan serius. Lubang-lubang besar menghiasi beberapa titik, menimbulkan risiko bagi pengendara terutama pemudik yang melintas dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Saat ditelusuri wartawan pada  Minggu, 15 Maret 2026, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di jalur ini mengatakan, “Jalan di sini memang sering rusak, tapi menjelang Lebaran seperti ini kondisinya semakin mengkhawatirkan. Banyak lubang yang dalam dan bisa membuat kendaraan tergelincir atau ban pecah. Pemudik harus ekstra hati-hati, jangan ngebut, dan perhatikan rambu-rambu keselamatan jika ada.”

Menurut pengakuan pengguna  jalan tersebut, jalur JLS di Dusun Godek Kulon merupakan jalur utama yang menghubungkan pusat kota Pacitan dengan kecamatan Ngadirojo dan Sudimoro, serta menjadi akses penting menuju Kabupaten Trenggalek. “Jalan ini sangat vital, tidak hanya untuk warga lokal tapi juga untuk pemudik. Kalau tidak hati-hati, bisa berakibat fatal,” tambahnya.

Kerusakan jalan yang tidak kunjung diperbaiki menimbulkan kekhawatiran. Lubang-lubang yang terbentuk akibat hujan dan lalu lintas yang padat seringkali tidak diberi tanda peringatan, sehingga pengendara terpaksa mengerem mendadak atau berbelok mendadak. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara motor yang lebih rentan tergelincir.

Beberapa pengendara juga mengeluhkan kurangnya penerangan di jalur tersebut pada malam hari. “Kalau malam, lubang-lubang ini hampir tidak terlihat. Pemudik yang kurang familiar dengan jalur ini bisa langsung masuk ke lubang,” jelas narasumber. 

Ia menekankan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan atau setidaknya memberi tanda peringatan agar pengendara lebih waspada.

Selain itu, narasumber juga memberikan tips bagi pemudik yang akan melintasi jalur ini. “Cek kondisi kendaraan sebelum berangkat, kurangi kecepatan, hindari menyalip di tikungan, dan selalu waspada terhadap lubang yang muncul mendadak. Keselamatan lebih penting daripada mengejar waktu,” ujarnya.

Sementara itu, pengendara mobil yang sering melewati jalur ini menambahkan bahwa kondisi jalan berlubang tidak hanya menimbulkan risiko kecelakaan, tetapi juga bisa merusak kendaraan. “Ban, pelek, bahkan suspensi mobil bisa rusak kalau terkena lubang besar. Ini harus diperhatikan bagi pemudik yang membawa kendaraan sekeluarga,” katanya.

Dengan banyaknya pemudik yang menggunakan jalur JLS untuk menuju Trenggalek dan daerah sekitarnya, narasumber berharap pemerintah dan pihak yang berwenang segera menindaklanjuti perbaikan jalan ini. “Minimal beri tanda peringatan di setiap titik lubang besar. Itu sangat membantu pengendara,” ujarnya.

Keselamatan di jalan menjadi perhatian utama, terutama saat arus mudik yang padat. Pengendara diimbau tidak hanya mengandalkan keterampilan mengemudi, tetapi juga selalu waspada terhadap kondisi jalan yang tidak rata dan berlubang. Pemudik disarankan untuk menyiapkan peta jalur, memeriksa kondisi kendaraan, dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi jalan terlalu berisiko.

Dengan antisipasi yang tepat dan kewaspadaan dari pengendara, perjalanan mudik melalui JLS Pacitan-Ngadirojo bisa lebih aman. Namun, kondisi jalan yang rusak dan berlubang tetap menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani, agar keselamatan semua pengendara, terutama pemudik, tetap terjaga.(*)

Penulis : Iwan