"Road Show"Dialog Budaya dan Ngaji Sejarah Balong Tuk,Warga Kertawinangun Antusias Lestarikan Warisan Leluhur -->

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Monetag_ads

"Road Show"Dialog Budaya dan Ngaji Sejarah Balong Tuk,Warga Kertawinangun Antusias Lestarikan Warisan Leluhur

21/02/26


Cirebon, (21/2) – Kegiatan “Road Show” Dialog Budaya dan Ngaji Budaya Sejarah Balong Tuk digelar di kawasan Balong Tuk, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Acara yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal ini berlangsung khidmat serta dihadiri tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.




Hadir dalam kegiatan tersebut Bambang Mujiarto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar XII, PJ Kuwu Kertawinangun Tasidi, SH, Juru Kunci Balong Tuk R.M. Suparja, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda desa.



Acara diawali dengan penampilan kesenian tradisional Tayuban yang menjadi simbol kelestarian budaya Cirebon. Suasana penuh keakraban tampak saat warga menikmati sajian seni tradisi yang masih terjaga hingga kini.



Memasuki sesi inti, digelar Ngaji Budaya yang mengupas sejarah Balong Tuk. Dalam pemaparannya, Juru Kunci Balong Tuk R.M. Suparja menjelaskan asal-usul Balong Tuk yang berkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Cirebon. Ia menuturkan bahwa pada masa lalu wilayah Cirebon pernah dilanda paceklik panjang. Saat itu, Sultan Sepuh memberikan amanat kepada para utusannya untuk mencari sumber air demi menyelamatkan masyarakat.



"Utusan Sultan menemukan lokasi yang dipenuhi pepohonan lebat. Ketika pohon-pohon ditebang, terdengar bunyi ‘tuk, tuk’ dan keluarlah air dari dalam tanah. Dari situlah kemudian dibuat balong atau kolam yang kini dikenal dengan nama Balong Tuk." 



jelas R.M. Suparja di hadapan peserta dialog.

Ia menegaskan pentingnya generasi muda memahami sejarah dan budaya daerahnya. “Kalau jadi orang Cirebon harus tahu budaya Cirebon,” ujarnya, disambut tepuk tangan warga.



Sementara itu, Bambang Mujiarto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dialog budaya tersebut. Ia menilai pelestarian sejarah lokal merupakan bagian penting dalam memperkuat identitas masyarakat. Di akhir acara, ia juga memberikan bantuan simbolis kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya di Desa Kertawinangun.



Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Balong Tuk tetap menjadi situs sejarah yang terjaga serta menjadi pusat edukasi budaya bagi generasi mendatang.


(Eka)