BREAKING NEWS

Wali Murid Protes, Edamame dalam Paket MBG di SPPG Ghania Tulakan Diduga Busuk

Benua Post Nusantara, Pacitan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, mendapat sorotan setelah sejumlah wali murid mengeluhkan kondisi edamame atau kedelai rebus yang terdapat dalam paket makanan yang dibagikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ghania.

Keluhan tersebut mencuat pada Rabu (2/9/2026), setelah sejumlah siswa membawa pulang paket menu kering MBG dari sekolah. Saat paket diperiksa oleh orang tua di rumah, edamame disebut dalam kondisi tidak layak konsumsi.

Menurut keterangan wali murid, edamame tersebut mengalami perubahan warna, berlendir, mengeluarkan aroma asam menyengat, dan diduga terdapat ulat.

“Anak saya membawa pulang paket makanan dari sekolah. Begitu saya periksa, buah edamamenya sudah tidak layak konsumsi dan baunya asam menyengat, jelas sudah busuk. Tentu saya larang anak saya untuk memakannya karena takut keracunan,” ujar salah satu perwakilan wali murid.

Kondisi tersebut membuat sejumlah orang tua mempertanyakan proses pengawasan kualitas bahan pangan sebelum makanan dikemas dan didistribusikan kepada siswa.

Para wali murid berharap pengelola SPPG Ghania lebih memperketat pemeriksaan bahan pangan, terutama proses penyortiran sebelum makanan dikemas dan dikirim ke sekolah.

Selain kondisi edamame, beberapa wali murid juga mengeluhkan menu MBG yang dinilai kurang diminati oleh anak-anak.

“Anak saya sering tidak mau memakan menu MBG tersebut karena dari segi menu dan kualitas yang kurang baik,” tutur salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Sementara itu, pihak manajemen SPPG Ghania disebut menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja tim pengemas. Pengelola juga akan berkoordinasi dengan pemasok bahan baku agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Namun, ketika dikonfirmasi wartawan mengenai keluhan tersebut, Danang Supriyanto selaku pemilik SPPG Ghania Kecamatan Tulakan belum memberikan tanggapan.

Keluhan wali murid tersebut menjadi perhatian terhadap pelaksanaan MBG, khususnya terkait pengawasan kualitas dan keamanan pangan sebelum makanan diterima serta dikonsumsi oleh para siswa.

Pihak terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi makanan yang dikeluhkan serta mengevaluasi proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi makanan di SPPG Ghania.(*)

Penulis : Iwan
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar