Diduga Jual Obat Keras di Balik Dagangan Sembako, Penjual Telur di Duren Sawit Disorot Warga -->

Menu Atas

Iklan

Live judul

Iklan

berita akrual

Diduga Jual Obat Keras di Balik Dagangan Sembako, Penjual Telur di Duren Sawit Disorot Warga

27/04/26



Jakarta Timur – Sebuah toko kelontong yang menjual telur dan minyak goreng di kawasan Jalan Kompleks Perumahan Kav PTB, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi sorotan warga. Pasalnya, selain berdagang bahan pokok, pemilik toko tersebut diduga turut menjual obat keras jenis Tramadol secara sembunyi-sembunyi.

Toko yang berada di pinggir jalan raya dan berdampingan dengan sebuah warung kopi (warkop) itu, dari luar tampak seperti usaha biasa. Spanduk bertuliskan “Agen Telur & Minyak Goreng FAIHA” terpampang di bagian depan, dengan berbagai jenis telur dan minyak goreng yang tersusun rapi di etalase.





Namun, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga sekitar, toko tersebut diduga memiliki aktivitas lain di luar penjualan sembako. Tramadol, yang tergolong obat keras dan seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter, disebut-sebut dijual bebas secara terselubung.

Transaksi diduga tidak dilakukan secara terang-terangan. Pembeli yang mencari obat tersebut diarahkan ke area samping warkop yang berada di dekat toko untuk mengambil barang, sehingga aktivitas ini tidak mudah terpantau oleh masyarakat umum.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga. Lokasi toko yang mudah diakses dan bercampur dengan aktivitas jual beli kebutuhan sehari-hari membuat peredaran obat keras tersebut berpotensi menjangkau berbagai kalangan, termasuk mereka yang tidak memiliki kebutuhan medis.

Seperti diketahui, penggunaan Tramadol tanpa pengawasan dokter dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari efek samping serius hingga potensi ketergantungan.

Warga berharap pihak berwenang, baik Dinas Kesehatan maupun aparat kepolisian, segera melakukan penelusuran dan penindakan. Peredaran obat keras tanpa izin dan tanpa resep dokter merupakan pelanggaran hukum yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.


Rian