Fakta Baru Kasus Investasi Bodong Aplikasi Snapboost Jombang -->

Menu Atas

Iklan

Live judul

Iklan

berita akrual

Fakta Baru Kasus Investasi Bodong Aplikasi Snapboost Jombang

Redaksi BPN
24/04/26

Kantor desa Kayen untuk pasilitas modus Snapboost banyak memakan korban

 

Jombang Benuapost Nusantara,banyaknya korban modus penipuan melalui Aplikasi Snapboost yang mana,yang menjanjikan angin surga kepada warga desa Kayen kecamatan bandar Kedungmulyo kabupaten Jombang 

Poto di kantor desa ,Snapboost Menjanjikan angin surga agar member nya tergiur


Adapun korban dari desa Kayen,ada beberapa perangkat yang juga jadi korbannya, seperti,Kasun bodeh Hanif,Kasun Kayen sutikno,dan istrinya,(titik) juga Modin dusun semelo desa Kayen.


Ketika awak media benua post Nusantara menemui Sri Wahyuni guna untuk konfirmasi melalui pesan watsaap,


Jawab Sri Wahyuni;

Saya adalah member yg ketiga dari Bu nurhaida dan di atasnya lagi ada Thomas Eko Winarto dan yg pertama di Jombang.

 Lalu saya punya mitra atas nama pqk imam Baidowi asal desa godong kecamatan Gudo bersama Bu titik kayen lalu Saya bergabung di snapboost pd tgl 25-8-2025. "Dengan berjalannya wktu semua member membuktikan penarikan berhasil masuk rekening masing-masing, Akhirnya member saling menginformasikan dengan tujuan biar sama- sama mendapatkan penghasilan dengan cara Hanya dengan like vidio,YouTube Tik tok Facebook yang mana sudah ada di dalam aplikasi snapbosst dan semua member bisa melakukan


Adapun pendaftaran bisa melalui akun masing-masing dan penarikan juga individu. Selama 8 bulan snapbost penarikan lancar dan tidak ada kendala dan akhir-akhir ini menjelang mau lebaran kurang seminggu di situ banyak program-program yang mana programnya itu hasilnya berlipatan.

Contoh uang 10 menjadi 20 juta masuk ke akun masing-masing begitu juga program sepeda motor program sepeda motor 20 juta menjadi 40 juta dan mendapatkan sepeda motor Scoopy.


begitu juga dengan mobil contoh mobil 70 juta akan menjadi kelipatan 140 juta dan mendapatkan mobil senilai 265 juta. Dengan berjalannya waktu kemudian untuk membayar verifikasi itu di tanggal 3 dan tanggal 10 bisa pencairan tapi kenyataannya tidak ada pencairan ditunggu sampai tanggal 13 kemudian ada program lagi yang mana itu harus bayar pajak lagi nah di situ kita semuanya tidak mau bayar, nah akhirnya jadi rame heboh dan lanjut, dan akhirnya aplikasi tersebut sudah tidak bisa dibuka saya sendiri pengguna dan juga korban.


Masih kata Sri Wahyuni, waktu itu gimana tadinya saya Gak yakin saya sendiri juga ikut jadi promo mobil. Sekitar 70 juta dan Iphon 3 sekitar Rp;30 juta. Sebenarnya saya juga rugi Karena saya sendiri juga ikut promo mobil itupun dari hasil uang pinjaman. 50 juta dari pak Kasun hanif pinjaman Bapak Hanip,dan 20 juta dapat pinjaman dari Bu Nuriyanti 6 juta saya pun pinjaman dari MBaK Ruroh... Jadinya kita sama kena tipu dan sama- sama jadi pengguna dan juga sama sama jadi korban. Yang terpenting kita harus bertanggung jawab atas nama,, Thomas Eko Winarto dan syafa Safira Karena beliaulah yg memaksa untuk deposit untuk top up dgn promo promo snapboost tersebut.


24/4 2026. Kita semua kena tipu sama sama jadi pengguna dan juga sama sama jadi korban penipuan yang dilakukan tomas eko winirto dan Safa Safira harus bertanggung jawab atas nama nama korban seperti roziq,Sri Wahyuni Kasun Sutikno dan Kasun Hanif dan Mudin got semelo karena saudara Tomas yang memaksa deposit top up dengan promo snapboost 


di sisi lain tomas eko winarto selaku kordinator pusat belum bisa di hubungi hingga pemberitaan di tayangkan.


(bas-tim)..... bersambung