Aktivis Lingkungan Semut Merah Cirebon Desak DLH Ambil Langkah Cepat Atasi Darurat Sampah di TPA Kopiluhur -->

Menu Atas

GA

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Aktivis Lingkungan Semut Merah Cirebon Desak DLH Ambil Langkah Cepat Atasi Darurat Sampah di TPA Kopiluhur

14/03/26


KOTA CIREBON ,Benuapostnusantara.com – (14/03/2026) Aktivis Peduli Lingkungan dari Komunitas Semut Merah Cirebon, Moch Andriyan, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon segera mengambil tindakan tegas dan cepat terkait kondisi tumpukan sampah di TPA Kopiluhur yang semakin mengkhawatirkan.


Permintaan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya pemberitaan mengenai kondisi darurat sampah di TPA Kopiluhur, di mana tumpukan sampah disebut terus menggunung dan bahkan dikhawatirkan dapat menimbun fasilitas kantor UPTD jika tidak segera ditangani.


Menurut Moch Andriyan, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan masyarakat, lingkungan, serta keselamatan para pekerja dan warga sekitar.


“Ini sudah masuk kategori darurat lingkungan. Kami meminta DLH Kota Cirebon segera melakukan langkah konkret, baik penanganan darurat maupun solusi jangka panjang agar persoalan sampah di TPA Kopiluhur tidak semakin parah,” ujarnya.


Ia juga menegaskan, pemerintah daerah harus serius melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah, termasuk penambahan alat berat, pengaturan zona pembuangan, serta percepatan perubahan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.


Diketahui, TPA Kopiluhur merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir sampah di Kota Cirebon dengan volume sampah yang masuk setiap hari diperkirakan mencapai 150 hingga 250 ton. Kondisi ini membuat kapasitas TPA semakin terbebani dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah. 


Aktivis Semut Merah juga mendorong adanya transparansi dari pemerintah daerah terkait langkah penanganan krisis sampah tersebut agar masyarakat mengetahui solusi yang sedang disiapkan.


“Jangan sampai persoalan ini dibiarkan berlarut-larut. Lingkungan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

(Eka)