Proyek Senderan Kali di Jalan Perumnas Glatik Raya Disorot, Papan Proyek dan Pengawas Dipertanyakan
CIREBON, Benuapostnusantara.Com— Aktivitas pembangunan senderan kali di Jalan Perumnas Glatik Raya, Kota Cirebon, pada Jumat (25/9/2026), menuai sorotan. Proyek yang berada di ruang publik tersebut terkesan berjalan tanpa keterbukaan informasi yang memadai.
Pantauan awak media di lokasi menemukan sejumlah hal yang patut mendapat perhatian serius. Papan informasi proyek tidak terlihat di sekitar lokasi pekerjaan. Selain itu, keberadaan pengawas maupun mandor juga tidak tampak saat kegiatan berlangsung.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik: siapa pelaksana proyek, berapa nilai anggarannya, dari mana sumber dananya, serta siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan pekerjaan?
Sorotan tidak berhenti pada persoalan transparansi. Dari sisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas pembangunan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai. Pekerja disebut tidak menggunakan helm maupun sepatu keselamatan (safety shoes).
Padahal, pekerjaan pembangunan senderan yang berada di sekitar aliran kali memiliki potensi risiko kecelakaan kerja.
Penggunaan alat pelindung diri (APD) semestinya menjadi perhatian utama demi keselamatan para pekerja.
Awak media juga telah berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut, termasuk terkait identitas pelaksana, pengawasan, sumber anggaran, serta penerapan standar K3.
Istilah “proyek siluman” pun mencuat karena tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi.
Namun demikian, sebutan tersebut masih sebatas sorotan atas kondisi di lapangan dan perlu diklarifikasi oleh instansi maupun pihak pelaksana yang bertanggung jawab.
Publik berhak mengetahui penggunaan anggaran pembangunan, terutama apabila proyek tersebut menggunakan dana pemerintah. Transparansi bukan sekadar memasang papan proyek, tetapi juga memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi, diawasi secara profesional, dan memenuhi ketentuan keselamatan kerja.
Pertanyaannya kini jelas: mengapa proyek pembangunan senderan di Jalan Perumnas Glatik Raya dapat berjalan tanpa papan informasi yang terlihat, sementara pengawas dan perlengkapan K3 juga dipertanyakan?
Pihak terkait diharapkan segera memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat serta memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai aturan dan standar keselamatan yang berlaku.
(Eka)




