Dorong Pelestarian Budaya, Workshop Anyaman Pandan "Membayu" Sukses Digelar di Teluk Rumbia
0 menit baca
ACEH SINGKIL, Benuapostnusantara.Com— Dalam upaya merawat dan melestarikan tradisi lokal, Workshop Membayu: Anyaman Tradisional Khas Singkil sukses digelar di Desa Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Melestarikan Warisan Budaya Melalui Kreativitas Anyaman Daun Pandan Khas Aceh Singkil" ini diikuti oleh 30 pelajar setempat.
Inisiator kegiatan, Amrul Badri, S.Hum., menyampaikan bahwa workshop terlaksana berkat dukungan program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2026 dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, Putri Zuliana, S.Pd. Dalam sambutannya, Putri mengapresiasi langkah edukatif tersebut sebagai bentuk nyata penguatan serta pelestarian kebudayaan lokal di kalangan generasi muda.
Workshop ini menghadirkan praktisi seni rupa nasional, Muhammad Yasir, M.Sn., sebagai narasumber utama. Para peserta yang merupakan siswi MAN 1 Singkil dan SMAN 1 Singkil asal Desa Teluk Rumbia mendapatkan edukasi sejarah tradisi menganyam pandan (membayu) sekaligus praktik langsung pembuatan anyaman.
Kepala Desa Teluk Rumbia, Pahrul Razi, turut hadir memberikan dukungan penuh. Rangkaian acara berlangsung lancar, tertib, dan disambut antusias oleh para peserta.
Melalui ruang belajar ini, tradisi membayu khas Singkil diharapkan tidak hanya bertahan dari kepunahan, tetapi juga terus berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang.(Maksum)



