BREAKING NEWS

 


Anak Muda Aceh Singkil Bentuk KSAS demi Kawal Pembangunan Daerah


ACEH SINGKIL ,Benuapostnusantara.Com — Sekelompok pemuda lintas profesi di Kabupaten Aceh Singkil secara resmi mendeklarasikan berdirinya Komunitas Selamatkan Aceh Singkil (KSAS). Kehadiran organisasi independen ini ditujukan untuk menjadi wadah diskusi, penyalur aspirasi warga, serta motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.



KSAS didirikan oleh lima pemuda daerah, yakni Rusid Hidayat, S.H., Budi Harjo, Ali Imram, Surya Padli, dan Syahrul Amri Syahputra. Gerakan ini lahir dari kesadaran generasi muda atas berbagai tantangan daerah yang membutuhkan perhatian serta solusi konkret.


Salah satu pendiri KSAS, Budi Harjo, menegaskan bahwa komunitas ini dirancang sebagai laboratorium pemikiran sekaligus wadah aksi nyata bagi generasi muda.


"Kami percaya bahwa masa depan Aceh Singkil ada di tangan generasi yang peduli hari ini. KSAS bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah laboratorium pemikiran dan aksi nyata," ujar Budi Harjo, Sabtu (19/9/2026).


Untuk mencapai tujuannya, KSAS memfokuskan gerakan pada lima pilar strategis:


Politik: Meningkatkan literasi politik pemuda, mengawal transparansi kebijakan publik, dan mendorong partisipasi partisipatif dalam demokrasi daerah.


Ekonomi: Mengembangkan potensi ekonomi lokal, memberdayakan UMKM berbasis digital, serta memperkuat sektor ekonomi kreatif mandiri.


Sosial & Hukum: Memberikan edukasi hak-hak hukum, mengadvokasi isu-isu sosial, dan memfasilitasi akses keadilan bagi masyarakat.


Pelestarian Hutan: Menjaga kelestarian ekosistem alam Aceh Singkil—termasuk kawasan Rawa Singkil—melalui aksi penghijauan, kampanye lingkungan, dan edukasi krisis iklim.


Kesetaraan Gender: Menyediakan ruang aman untuk wacana kepemimpinan perempuan, mengikis stigma, serta menyuarakan kesetaraan hak di ruang publik maupun domestik.


Pendiri lainnya, Surya Padli, menambahkan bahwa pilar-pilar tersebut dirancang agar pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah.


"Melalui lima pilar ini, kami ingin memastikan anak muda tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor utama pembangunan daerah," kata Surya.


Sebagai langkah awal, KSAS dijadwalkan menggelar serangkaian Focus Group Discussion (FGD) berkala dengan melibatkan akademisi, praktisi, dan elemen masyarakat. Komunitas ini membuka kesempatan bagi seluruh pemuda Aceh Singkil untuk bergabung dan berkolaborasi demi kemajuan daerah.(Maksum)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar