BREAKING NEWS

 


Di Balik Keberhasilan Akbar Abud, Ada Peran Mekanik Salecong Asal Pacitan

Benua Pos Nusantara, Pacitan - Keberhasilan Akbar Abud meraih juara pada kelas Bebek 2 Tak 125 cc Open dalam JRS Kejurprov Putaran 5 di NP GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Minggu (20/9/2026), tidak lepas dari kerja tim SRC Reborn Pacitan.

Selain kemampuan pembalap, peran mekanik dalam menentukan setting motor menjadi bagian penting dalam menghadapi karakter lintasan. Salah satunya Salecong, mekanik sekaligus owner SRC Reborn Pacitan asal Pacitan.

Dalam gelaran tersebut, Abud turun di dua kelas, yakni Bebek 2 Tak 125 cc Open dan Bebek 2 Tak 116 cc Open. Namun, tim tidak sepenuhnya mendapatkan paket motor yang ideal.

Karakter sirkuit yang cukup teknikal membuat SRC Reborn harus melakukan sejumlah penyesuaian, terutama pada sektor kaki-kaki dan rasio gir.

Salecong mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi tim adalah proses setting shockbreaker. Persiapan yang dilakukan untuk event satu hari membuat tim tidak mendatangkan tenaga ahli khusus seperti ketika mengikuti Kejurnas yang berlangsung selama dua hari.

“Hal pertama kita kesulitan untuk setting kaki-kaki motor, bagian shockbreaker utamanya. Karena ini event sehari jadi kita tidak datangkan ahlinya, seperti apa yang biasa kita lakukan untuk event Kejurnas yang notabene digelar dua hari balapan,” ujar Salecong.

Meski menghadapi keterbatasan pada proses setting, Abud tetap mampu memaksimalkan motor yang tersedia. Hasilnya, pembalap tersebut berhasil meraih posisi pertama pada kelas Bebek 2 Tak 125 cc Open.

Sementara pada kelas Bebek 2 Tak 116 cc Open, Abud mengamankan posisi runner-up.

Selain sektor kaki-kaki, SRC Reborn juga melakukan penyesuaian rasio gir. Menurut Salecong, secara normal motor menggunakan kombinasi gir 13/44 untuk mendapatkan karakter tenaga maksimal.

Namun, kondisi lintasan di NP GOR Lembu Peteng membuat tim melakukan improvisasi dengan menggunakan kombinasi 13/42.

“Selain itu untuk settingan gir juga sempat alami kendala. Dengan settingan yang harusnya pakai 13/44, supaya tenaga motor maksimal. Untuk balap kemarin kita paksa improve pakai 13/42. Ini supaya putaran bawah motor jadi lebih lembut dan mudah dikendalikan,” jelasnya.

Salecong menjelaskan, karakter lintasan juga memengaruhi penggunaan gigi saat balapan. Abud lebih banyak menggunakan hingga gigi tiga, sedangkan penggunaan gigi empat sangat minim.

“Selebihnya peran Abud sangat penting, karena untuk karakter sirkuit kemarin gir jadi mentok di 3, untuk gigi 4-nya hampir tidak terpakai,” imbuh Salecong.

Hasil tersebut menjadi catatan bagi SRC Reborn Pacitan untuk melakukan evaluasi terhadap paket motor yang digunakan. Penyesuaian setting kaki-kaki dan rasio gir akan menjadi bagian dari persiapan tim menghadapi agenda balap berikutnya.

Performa Abud di Tulungagung sekaligus menunjukkan peran tim di balik hasil pembalap di lintasan, termasuk mekanik dalam menyesuaikan karakter motor dengan kondisi sirkuit.(*)

Penulis : Iwan
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar