FKDM Sentil " Tokoh Pemuda"Jakbar: Legitimasi dan Kontribusinya Apa?
JAKARTA BARAT ,Benuapostnusantara.Com — Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Jakarta Barat menyoroti fenomena sejumlah figur yang mengatasnamakan diri sebagai “Tokoh Pemuda Jakarta Barat”. FKDM mempertanyakan dasar legitimasi, rekam jejak, serta kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat.
Ketua FKDM Kota Jakarta Barat, Boby Hendrawan, menegaskan predikat tokoh pemuda tidak semestinya muncul hanya karena seseorang aktif menyampaikan pernyataan di ruang publik. Menurutnya, legitimasi harus dibangun melalui proses kaderisasi, karya nyata, kepedulian sosial, serta pengakuan dari lingkungan kepemudaan.
“Memangnya legitimasi mereka sebagai tokoh pemuda itu apa dasarnya? Jangan sampai istilah ‘Tokoh Pemuda Jakarta Barat’ diobral begitu saja, sementara rekam jejak pengabdian nyata di basis kepemudaan tidak jelas,” ujar Boby. Ia mengingatkan, label tersebut jangan sampai hanya menjadi kendaraan untuk menggiring opini, kepentingan kelompok, atau mencari panggung.
Sorotan FKDM itu turut bersinggungan dengan pernyataan tokoh pemuda Jakarta Barat, H. Umar Abdul Aziz, yang sebelumnya mempertanyakan fungsi koordinasi dan deteksi dini FKDM Kecamatan Kembangan terkait persoalan parkir liar di kawasan CNI. Umar menegaskan pertanyaannya bukan bentuk diskriminasi maupun upaya memojokkan FKDM, melainkan mempertanyakan apakah informasi persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak kecamatan dan Pemerintah Kota Jakarta Barat.
Umar bahkan menyatakan akan mengapresiasi FKDM apabila informasi tersebut memang telah disampaikan dan ditindaklanjuti. “Motif saya adalah mempertanyakan apakah informasi dan masukan itu sudah disampaikan atau belum. Kalau sudah, berarti tidak ada persoalan. Justru saya mengapresiasi,” tegasnya.
Di tengah perbedaan pandangan tersebut, FKDM mengajak seluruh elemen pemuda dan organisasi kepemudaan untuk mengedepankan kerja nyata, koordinasi, serta solusi atas persoalan masyarakat. Bagi FKDM, menyandang label “tokoh pemuda” bukan sekadar identitas, tetapi tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui rekam jejak dan kontribusi konkret bagi Jakarta Barat.
(Saudi/gondrong)


