Pemuda Asal Brebes Tewas di Pacitan Usai Terlibat Kejar-kejaran dengan Polisi, Publik Soroti Prosedur Penindakan di Jalan Permukiman -->

Menu Atas

GA

Live judul

Puasa


 

berita akrual

Pemuda Asal Brebes Tewas di Pacitan Usai Terlibat Kejar-kejaran dengan Polisi, Publik Soroti Prosedur Penindakan di Jalan Permukiman

27/03/26

Benua Post Nusantara, Pacitan - Tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pemuda asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, di wilayah Kabupaten Pacitan, kembali memicu perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026 siang itu bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius terkait prosedur penindakan pelanggaran lalu lintas oleh aparat di kawasan permukiman padat penduduk.

Korban diketahui bernama Diva Tri Herianto (21), warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan tunggal di Dusun Pager, Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi saat korban berusaha menghindari petugas Satlantas yang hendak menegur pelanggaran lalu lintas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Saat itu korban melintas di jalan permukiman warga dengan kecepatan cukup tinggi. Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara kendaraan melaju kencang sebelum terdengar benturan keras di sekitar tanggul Sungai Grindulu.

“Awalnya saya kira ada kendaraan tabrakan biasa, tapi ternyata yang jatuh masih muda. Warga langsung berlarian mendekat karena kondisinya sudah parah,” ujar seorang warga setempat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut keterangan yang beredar di lokasi, korban diduga kehilangan kendali saat berada di jalan sempit yang cukup padat. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian menabrak tiang serta pagar tangga di sekitar tanggul sungai. Benturan keras membuat korban mengalami luka berat, terutama di bagian kepala.

Warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Namun kondisi korban saat ditemukan sudah sangat kritis. Tak lama kemudian korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Pacitan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses identifikasi pun dilakukan untuk memastikan identitas korban, yang ternyata merupakan pemudik dari luar daerah.

Dari informasi yang diperoleh, Diva Tri Herianto datang ke Pacitan dalam rangka bersilaturahmi dengan keluarga sekaligus menghadiri rencana pernikahan kakaknya. Kedatangannya disebut sebagai bagian dari perjalanan mudik, mengingat suasana menjelang Hari Raya Idulfitri yang semakin dekat.

Kabar meninggalnya pemuda tersebut langsung menyebar cepat di lingkungan warga sekitar lokasi kejadian. Banyak warga yang mengaku tidak menyangka bahwa peristiwa yang awalnya hanya terlihat seperti pelanggaran lalu lintas justru berakhir tragis.

Sejumlah warga bahkan sempat mempertanyakan tindakan pengejaran yang dilakukan oleh petugas di kawasan yang dikenal sebagai jalan permukiman padat. Mereka menilai lokasi tersebut bukanlah area yang aman untuk proses pengejaran kendaraan dengan kecepatan tinggi.

“Kalau di jalan besar mungkin masih wajar, tapi ini jalan kampung. Banyak anak kecil juga sering lewat sini,” kata salah satu warga yang ikut menyaksikan proses evakuasi korban.

Pihak kepolisian sendiri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menyampaikan bahwa kejadian berawal dari dugaan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh korban. Petugas disebut sempat melakukan peneguran, namun korban tidak berhenti sehingga terjadi pengejaran.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Untuk memastikan apakah prosedur sudah dijalankan sesuai aturan, anggota Satlantas yang terlibat dalam kejadian tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan internal.

Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab institusi sekaligus upaya menjaga transparansi kepada masyarakat. Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai bukti di lokasi kejadian, termasuk rekaman CCTV milik warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.

Rekaman tersebut dinilai penting untuk memastikan kronologi secara utuh, mulai dari awal dugaan pelanggaran hingga terjadinya kecelakaan. Selain itu, polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa berlangsung.

Situasi di lokasi kejadian sempat memanas beberapa saat setelah korban dinyatakan meninggal dunia. Beberapa warga terlihat mendatangi petugas dan menanyakan alasan pengejaran dilakukan di wilayah permukiman. Namun aparat yang berada di lokasi segera melakukan pengamanan untuk mencegah terjadinya kericuhan.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena melibatkan korban jiwa yang masih berusia muda serta terjadi di tengah momen menjelang Lebaran. Banyak warga menilai kejadian tersebut seharusnya bisa dihindari apabila proses penegakan aturan dilakukan dengan lebih mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.

Selain itu, kasus ini juga memunculkan kembali perdebatan mengenai metode penindakan pelanggaran lalu lintas, terutama ketika pelanggaran dilakukan di kawasan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pengejaran secara langsung.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti kecelakaan. Hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit serta keterangan saksi masih menjadi bahan utama dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, keluarga korban yang berada di Brebes dikabarkan sudah menerima kabar duka tersebut. Rencana kedatangan korban ke Pacitan yang semula untuk menghadiri acara keluarga justru berubah menjadi kabar kehilangan yang menyedihkan.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa pelanggaran lalu lintas sekecil apa pun bisa berujung fatal, apalagi jika terjadi dalam kondisi yang tidak terkendali. Di sisi lain, publik juga berharap proses penyelidikan dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian memastikan bahwa hasil penyelidikan akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.(*)

Penulis : Iwan