Krisis Internal Ancam Kredibilitas Pers Indonesia -->

Live berita akrual

Monetag_ads

Krisis Internal Ancam Kredibilitas Pers Indonesia

Redaksi BPN
29/07/25



Jakarta, benuapostnusantara.com – Industri pers di Indonesia tengah menghadapi tantangan serius yang mengancam kredibilitas dan integritasnya. Ironisnya, krisis ini bukan disebabkan oleh tekanan eksternal, melainkan oleh masalah internal di tubuh media itu sendiri. Media yang sebelumnya dipercaya sebagai sumber utama informasi kini mulai kehilangan kepercayaan publik akibat berbagai persoalan mendasar.


Penyebab Krisis

Sejumlah faktor utama yang menjadi penyebab krisis dalam industri pers di Indonesia antara lain:


Kurangnya Profesionalisme

Masih banyak jurnalis yang belum menjalankan tugasnya secara profesional. Hal ini berdampak pada kualitas berita yang kurang akurat, tidak berimbang, bahkan cenderung menyesatkan.


Politisasi Media

Sebagian media dinilai telah menjadi alat kepentingan politik tertentu. Akibatnya, pemberitaan menjadi bias dan tidak lagi objektif, mengaburkan fungsi utama media sebagai penyalur informasi yang netral.


Komersialisasi Berlebihan

Tekanan ekonomi mendorong sejumlah media lebih fokus pada sensasi dan clickbait, ketimbang menyajikan berita berkualitas. Jurnalisme pun dikorbankan demi keuntungan bisnis semata.


Dampak yang Ditimbulkan

Krisis ini membawa dampak serius terhadap kondisi media di tanah air, antara lain:


Menurunnya Kepercayaan Publik

Masyarakat menjadi skeptis terhadap berita yang disajikan. Tingkat kepercayaan terhadap institusi media pun mengalami penurunan signifikan.


Kemunduran Kualitas Jurnalisme

Dengan maraknya berita yang tidak diverifikasi secara baik, kualitas jurnalisme Indonesia dinilai mengalami kemunduran. Akurasi dan keberimbangan informasi menjadi semakin langka.



Langkah Solutif

Untuk mengatasi krisis ini dan memulihkan kepercayaan publik, sejumlah langkah strategis perlu dilakukan:


Peningkatan Profesionalisme Jurnalis

Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi jurnalis harus menjadi prioritas, demi meningkatkan kompetensi, etika, dan integritas kerja.


Penerapan Regulasi yang Ketat

Pemerintah bersama lembaga pengawas pers perlu menyusun dan menerapkan regulasi yang lebih tegas untuk mencegah politisasi dan komersialisasi media secara berlebihan.


Pengawasan Internal yang Efektif

Setiap institusi media harus membentuk sistem pengawasan internal yang kuat, guna menjamin kualitas konten dan menjaga independensi redaksi.


Dengan upaya bersama antara jurnalis, pengelola media, dan pemerintah, diharapkan pers Indonesia dapat kembali menjadi pilar keempat demokrasi yang kokoh, serta sumber informasi yang kredibel, profesional, dan terpercaya bagi masyarakat.