Sempat Terdampak Banjir, BUMK Dambaan Tanah Bara Bangkit dengan Tebar 42 Ribu Bibit Lele Mutiara
Aceh Singkil,Benuapistnusantara. Com— Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Dambaan Tanah Bara resmi mengalihkan fokus budidaya perikanannya. Setelah sempat terpuruk akibat banjir besar, BUMK Tanah Bara kini menebar sebanyak 42.000 ekor bibit lele mutiara di kolam bumk dusun 1 Tanah Bara, pada Rabu (15/7/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca-bencana yang sempat melumpuhkan sektor perikanan desa tersebut pada akhir tahun lalu.
Bencana melanda BUMK Tanah Bara pada akhir November 2025. Hanya berselang satu hari setelah pengelola menebar bibit ikan nila, banjir besar menyapu kawasan tersebut dan menghanyutkan seluruh bibit tanpa sisa.
Menyikapi kerugian tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) bersama pengelola BUMK menggelar musyawarah pada 25 Juni 2026. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bersama untuk mengalihkan komoditas budidaya dari ikan nila ke ikan lele mutiara.
Direktur BUMK Dambaan Tanah Bara, Maksum Malau, menjelaskan ada dua alasan utama di balik keterlambatan penebaran bibit baru hingga pertengahan tahun ini.
Hingga April 2026, pihak berwenang masih mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem. Pengelola memilih menunda penebaran guna menghindari risiko banjir susulan yang sama.
Proses persiapan juga disesuaikan dengan jeda momentum hari besar keagamaan, yakni Idulfitri dan Iduladha 2026.
Maksum Malau optimistis bahwa pengalihan komoditas ini insya Allah akan memberikan hasil yang lebih cepat dan efisien bagi kas desa maupun masyarakat.
"Secara ekonomis, lele mutiara jauh lebih menjanjikan untuk pemulihan pasca-banjir. Ikan ini diperkirakan sudah bisa dipanen dalam waktu hanya 2 bulan. Jauh lebih cepat dibanding ikan nila yang membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Selain itu, daya tahan tubuh lele jauh lebih kuat terhadap perubahan kondisi air," ujar Maksum.
Proses penebaran 42.000 bibit lele mutiara ini disaksikan langsung oleh sejumlah pihak penting guna memastikan akuntabilitas program pemulihan ekonomi ini. Turut hadir di lokasi, Salman Manik (Kepala Desa Tanah Bara), Nadia Sari Lubis, SP (Pendamping Lokal Desa), Erni Noviani, ST (Pendamping Kecamatan), Suryadi (Dinas Perikanan).
Pemerintah Desa berharap program ini dapat berjalan lancar hingga masa panen dua bulan ke depan, sehingga dapat menjadi stimulus positif bagi ketahanan pangan dan pendapatan asli desa (PAD) Tanah Bara.(Tim)




