Skandal Bocornya Nama Kandidat JPTP Pacitan 2025: Publik Khawatir Kasus Ponorogo Terulang, Seleksi Terbuka Hanya Formalitas? -->

Live berita akrual

Monetag_ads

Skandal Bocornya Nama Kandidat JPTP Pacitan 2025: Publik Khawatir Kasus Ponorogo Terulang, Seleksi Terbuka Hanya Formalitas?

01/01/26

Benua Post Nusantara, Pacitan - Heboh dan Menggemparkan Publik di Pacitan dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan Tahun 2025 resmi rampung. 

Namun, publik dibuat gelisah dan geram setelah nama-nama calon pejabat strategis bocor jauh sebelum keputusan final diumumkan. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa seleksi yang seharusnya transparan dan kompetitif hanya menjadi formalitas belaka.

Kasus ini mengingatkan publik pada kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, di mana bocornya informasi kandidat pejabat memicu dugaan praktik politik balik layar dan menurunnya kepercayaan terhadap birokrasi. Warga Pacitan pun menanyakan: apakah sejarah akan terulang di sini?

Enam Jabatan Strategis Jadi Sorotan

Kepada publik, keenam jabatan yang menjadi perhatian utama adalah:

1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan
3. Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan SDM
4. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
5. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian
6. Kepala Dinas Perikanan

Berdasarkan Pengumuman Nomor 06/PANSEL.PCT/XII/2025 dari Panitia Seleksi JPTP Kabupaten Pacitan pada 23 Desember 2025, berikut daftar tiga besar calon terbaik:

1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat

Dita Widiapsari – Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga

Muchamad Chusnul Faozi – Sekretaris Bappeda Litbang

Widhi Kusumaningtyas – Kepala Bagian Organisasi

2. Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Eno Spith Fitri Yanto Mudumi – Sekretaris Dinas Kominfo

Muhammad Muslih – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup

Yudo Tri Kuncoro – Sekretaris Dinas PUPR

3. Staf Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, dan SDM

Didik Darmawan – Camat Arjosari

Dita Widiapsari – Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga

Tulus Widaryanto – Kepala Bidang Tata Ruang

4. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Muhammad Taufik – Camat Sudimoro

Effendi – Kepala Bidang Pemerintahan Desa

Sugiyem – Camat Pacitan

5. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian

Dewi Andriyani – Sekretaris Dinas Perikanan

Eno Spith Fitri Yanto Mudumi – Sekretaris Dinas Kominfo

Muhammad Ali Mustofa – Kepala Bagian Perekonomian

6. Kepala Dinas Perikanan

Nanang Hardwijono – Camat Ngadirojo

Sumitro – Instruktur Ahli Madya

Wahyono – Kepala Bidang Pengelolaan Produk Perikanan

Seleksi Terbuka: Transparansi Dipertanyakan

Panitia seleksi menyatakan proses berlangsung ketat melalui lima tahapan:

1. Seleksi administrasi
2. Penulisan dan pemaparan makalah
3. Asesmen kompetensi
4. Wawancara akhir
5. Rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)

Namun, publik mempertanyakan transparansi karena skor penilaian peserta tidak dipublikasikan. Informasi bocoran nama kandidat favorit justru tersebar luas di media sosial. Nama-nama yang paling sering disebut antara lain:

Asisten Pemerintahan: Muchamad Chusnul Faozi

Asisten Perekonomian: Yudo Tri Kuncoro

Staf Ahli Bupati: Didik Darmawan

Kepala Dinas PMD: Sugiyem

Kepala Dinas Koperasi: Muhammad Ali Mustofa

Kepala Dinas Perikanan: Nanang Hardwijono

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik: apakah kandidat favorit dipilih karena kompetensi atau karena pengaruh politik dan kedekatan dengan pejabat tertentu?

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menegaskan bahwa keputusan final akan tetap mengacu pada rekam jejak, capaian kinerja, dan hasil seleksi terbuka. Dari tiga kandidat setiap jabatan, Bupati akan memilih satu pejabat definitif secara objektif.

Meski demikian, rumor bocoran nama telah menciptakan gelombang ketidakpercayaan publik. Warga mengingat kasus Ponorogo, di mana praktik politik balik layar dalam seleksi jabatan strategis menurunkan semangat kerja birokrasi dan memicu dugaan korupsi promosi jabatan.

Ketua Panitia Seleksi, Heru Wiwoho, S.P., menegaskan dalam pengumuman resminya yang di tandatangani nya, "Hasil seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat." 

Para calon terpilih akan segera dilantik pada awal tahun 2026 untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah.

Pertanyaan Publik yang Mengemuka

Publik Pacitan kini mempertanyakan beberapa hal penting:

Bagaimana panitia menentukan siapa masuk tiga besar tanpa menampilkan skor?

Apakah seleksi terbuka benar-benar kompetitif dan adil?

Apakah pejabat baru akan bekerja untuk masyarakat atau kepentingan politik tertentu?

Apakah ada potensi praktik korupsi dalam promosi jabatan, seperti yang sempat terjadi di Ponorogo?

Seleksi JPT Pratama Pemkab Pacitan 2025 resmi rampung, namun bocornya nama kandidat favorit dan minimnya keterbukaan informasi menimbulkan kontroversi besar. Semua mata kini tertuju pada Bupati Pacitan: apakah birokrasi Pacitan akan tetap kredibel atau terseret dalam politik balik layar dan dugaan korupsi promosi jabatan?

Publik menunggu dengan napas tertahan, menanti nama-nama resmi pejabat strategis yang akan menentukan arah pembangunan daerah ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BKPSDM maupun Sekretariat Daerah (Sekda) Pacitan terkait kontroversi ini.(*)

Penulis : Iwan