Ahmad Thariq Lulus Akmil 2026,Lengkapi 4 Putra Terbaik Aceh Singkil Tembus Lembah Tidar
Pemuda kelahiran Aceh Singkil pada 7 Agustus 2006 yang berdomisili di Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah (Gumer) ini merupakan alumni SMA Negeri Unggul Subulussalam. Sebelum menempuh jenjang menengah atas, Thariq menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Muhammadiyah Gunung Lagan dan melanjutkan ke SMP Negeri 3 Gunung Meriah.
Kedisiplinan dan Perjuangan Sejak Kecil
Lulus dalam seleksi Akmil yang dikenal sangat ketat bukanlah hal yang instan bagi Thariq. Keberhasilan ini merupakan buah dari impian panjang dan disiplin tinggi yang ia pupuk sejak kecil.
"Masuk Akmil merupakan cita-cita saya dari kecil. Saya ingin mengabdi penuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui jalur TNI," ujar Thariq.
Selain berprestasi di jalur akademik, Thariq juga ditempa dalam bidang olahraga bela diri sebagai pemegang Sabuk Hitam Lemkari Aceh Singkil. Penggemblengan fisik dan mental ini membentuk karakter pantang menyerah serta kedisiplinan yang tangguh.
Thariq lahir dari pasangan Mudawarman Ritonga, S.T., dan Siti Aisyah Nasution, A.M.K., yang keduanya berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Menjalani peran baru sebagai Taruna Akmil, Thariq bertekad untuk membanggakan orang tua serta menjadi sosok perwira yang amanah.
Sang ayah, Mudawarman, turut memberikan pesan mendalam bagi generasi muda di Aceh Singkil yang tengah memperjuangkan cita-citanya.
"Untuk generasi selanjutnya, jangan pernah menyerah meraih mimpi. Abang Thariq bisa masuk Akmil bermodalkan keyakinan, kerja keras, dan doa," tutur Mudawarman pada Sabtu 1 Agustus 2026.
Empat Putra Daerah Menuju Lembah Tidar
Keberhasilan Ahmad Thariq melengkapi daftar putra terbaik Aceh Singkil yang dinyatakan lulus terpilih sebagai Calon Taruna (Catar) Akademi Militer Tahun 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari TribuneIndonesia.com melalui Ali Hasmi Pohan, dua calon taruna lainnya yang telah lebih dulu dipastikan lolos adalah Muhammad Fauzan Pohan dan Muhammad Iqbal Alzuhdi Pohan. Keduanya merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang Angkatan ke-34.
Muhammad Fauzan Pohan merupakan putra ketiga dari Kapten Laut (TNI) Khairul Anwar Pohan—putra asli Kecamatan Gunung Meriah yang saat ini berdinas di Lantamal VIII Manado.
Muhammad Iqbal Alzuhdi Pohan adalah putra ketiga dari Asmarudin Pohan, ASN di Dinas PUPR Aceh Singkil yang berdomisili di Desa Sianjo-Anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah.
Kabar bahagia tersebut semakin lengkap setelah Bendana Ade Prana Tumangger juga dipastikan lulus sebagai Calon Taruna Akmil 2026. Bendana merupakan putra dari Decroly Tumangger, salah seorang tokoh masyarakat Aceh Singkil.
Pesan Motivasi: Seleksi Transparan dan Gratis
Capaian para putra daerah ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Aceh Singkil mampu bersaing di tingkat nasional melalui persiapan yang matang dan integritas tinggi.
Para calon taruna memberikan dorongan semangat kepada adik-adik pelajar tingkat SMA di Aceh Singkil agar tidak ragu mengejar cita-cita menjadi Taruna Akademi TNI maupun Kepolisian.
“Seluruh proses dan tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, akuntabel, dan tidak dipungut biaya apa pun (gratis). Persiapkan diri sebaik mungkin dan jangan pernah takut mencoba,” tegas mereka serentak.
Selamat kepada Ahmad Thariq Perwira Muda Ritonga, Muhammad Fauzan Pohan, Muhammad Iqbal Alzuhdi Pohan, dan Bendana Ade Prana Tumangger. Semoga sukses mengemban pendidikan di Akademi Militer Magelang dan kelak menjadi perwira TNI yang profesional, berintegritas, serta membanggakan Kabupaten Aceh Singkil dan bangsa Indonesia.(Maksum)

