Meriahkan Maulid Nabi 1448 H, Persulukan Siti Ambia Singkil Usung Semangat Teladani Sunnah Rasulullah
ACEH SINGKIL ,Benuapostnusantara.com — Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Kampong Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan khidmat di Surau Al-Ikhlas Khaliliyah, Senin malam (2/11/2026).
Peringatan hari besar Islam tahun ini mengusung tema "Meningkatkan Kecintaan Kita Kepada Rasulullah SAW, dan Menghidupkan Sunnahnya". Acara ini dihadiri oleh pimpinan persulukan, tokoh agama, serta ratusan jamaah dari berbagai daerah.
H. Abdul Manaf, S.Pd., selaku panitia pelaksana, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara Maulid Nabi ini didanai secara mandiri melalui gotong royong dan patungan dari para jamaah Thariqat Naqsyabandiyah.
Dalam kesempatan yang sama, Manaf menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang telah membantu pembangunan talud pengaman di kawasan persulukan.
"Alhamdulillah, tahun ini pemerintah daerah Aceh Singkil telah membantu pembangunan talud sepanjang 60 meter, dan masih ada sisa 100 meter lagi," ujar Manaf.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dapat kembali mengalokasikan bantuan pada tahun anggaran berikutnya guna merampungkan sisa pembangunan talud tersebut. "Kami titip pesan agar tahun depan bisa dibantu lagi menyelesaikan pembangunan sisa 100 meter melalui Bapak Asisten 2," tambahnya.
Selain infrastruktur, Manaf juga memaparkan visi jangka panjang pengurus untuk meningkatkan status kawasan persulukan tersebut menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam terpadu, yakni pondok pesantren.
Sementara itu, Pimpinan Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Desa Siti Ambia, Tengku Muda H. Tarmizi Al-Khalil, S.Pd.I., mengajak seluruh jamaah untuk menyimak dan mendalami ceramah serta siraman rohani yang disajikan. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan yang mendalam kepada Rasulullah SAW serta memotivasi jamaah untuk mengamalkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh penceramah kondang asal Kota Binjai, Sumatera Utara, Al-Ustaz H. Irfan Yusuf.
Dalam ceramahnya, Ustadz Irfan mengupas tuntas tentang keteladanan dan keberkahan hidup Rasulullah SAW. Ia mengajak para jamaah untuk meneladani pola hidup sehat yang dicontohkan Nabi, termasuk kebiasaan aktif berjalan kaki dan menjaga pola makan yang seimbang.
"Umur 63 tahun Rasulullah sakit cuma dua kali," ungkap Irfan di hadapan jamaah. Menurutnya, salah satu kunci kesehatan dan teladan utama adalah prinsip makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
Selain menjaga kesehatan fisik, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan rohani dan ketajaman akal di usia senja. "Obat pikun itu sering-seringlah melakukan zikir," pesannya seraya menutup tausiyah dengan ajakan memperbanyak amal shalih demi meraih keberkahan umur.
(Maksum)

