Reses di Aceh Singkil, Anggota DPR RI Ghufran Zainal Abidin Tampung Aspirasi Banjir dan Infrastruktur
ACEH SINGKIL ,Benuapostnusantara.com – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS, H. Ghufran Zainal Abidin, MA, menggelar kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) sekaligus reses di Senina Cafe, Singkil, Aceh Singkil, Senin. Dalam forum tersebut, warga setempat mendesak pemerintah pusat untuk segera merealisasikan penanganan banjir berulang, perbaikan infrastruktur jalan, serta fasilitas keagamaan.
Ketua DPD PKS Aceh Singkil, Edwin, menyampaikan bahwa aspirasi yang terhimpun dari dialog bersama warga, tokoh masyarakat, ulama, hingga pemuda ini diharapkan menjadi bahan perjuangan di tingkat pusat guna mendorong pembangunan daerah.
Dalam dialog interaktif, sejumlah perwakilan masyarakat menyuarakan persoalan utama yang dihadapi Aceh Singkil:
Penanganan Banjir & Infrastruktur Jalan: Perwakilan warga, Ismail, menegaskan pentingnya pembangunan tanggul, normalisasi sungai, serta perbaikan ruas jalan nasional yang rusak berlubang demi keselamatan dan kenyamanan mobilitas warga.
Aksesibilitas & Ekonomi: Rusli Jabat menyoroti urgensi pembangunan Jembatan Kuala Baru serta usulan pelabuhan di Kecamatan Kuala Baru untuk mempercepat akses transportasi menuju kawasan wisata Kepulauan Banyak. Selain itu, ia mengusulkan pembangunan waduk di Subulussalam atau Aceh Tenggara guna mengendalikan debit air dari wilayah hulu.
Status Peta Bencana Nasional: Warga bernama Roswin mempertanyakan penyebab belum masuknya Aceh Singkil ke dalam peta bencana nasional, padahal wilayah tersebut kerap dilanda banjir tahunan.
Fasilitas Keagamaan: Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Singkil, Roesmam Hasmy, meminta perhatian khusus terkait rehabilitasi masjid dan surau pascabencana, termasuk bantuan perlengkapan ibadah. "Jangan lagi Aceh Singkil banjir air mata," tegas Roesman.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ghufran Zainal Abidin menjelaskan bahwa Komisi V DPR RI memiliki lingkup kerja di bidang pembangunan desa, perumahan, pekerjaan umum, perhubungan, Basarnas, BMKG, serta kementerian yang menangani transmigrasi.
Ghufran mengungkapkan bahwa sebanyak 47 unit rumah di Aceh Singkil telah menerima bantuan program rehabilitasi perumahan. Mengenai status peta bencana nasional yang dikeluhkan warga, hal tersebut turut menjadi catatan kritis untuk diklarifikasi ke pihak berwenang.
Ia berkomitmen memfokuskan perhatian pada penanganan banjir berulang dan infrastruktur jalan nasional dengan membawanya ke Kementerian Pekerjaan Umum, sementara usulan pelabuhan akan diteruskan ke Kementerian Perhubungan.
"Berbagai masukan dan pertanyaan masyarakat ini akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan disampaikan langsung kepada kementerian atau lembaga mitra kerja terkait," ujar Ghufran.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan DPW PKS Aceh Junaidi, Anggota DPRK Aceh Singkil dari PKS (Mursal ZA Malau dan Meyrisa), perwakilan pemerintah desa, mahasiswa, tokoh masyarakat, ulama, serta organisasi kepemudaan setempat.
(Maksum)


