Sutikno kembali menjadi Ketua FPPA periode 2026-2028.
0 menit baca
Benua Post Nusantara, Pacitan - Kontestasi empat kandidat dalam pemilihan Ketua Forum Pewarta Pacitan (FPPA) periode 2026-2028 akhirnya berakhir. Sutikno alias Gustik kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan yang digelar di Gedung Karya Dharma, Pacitan, Kamis (8/10/2026).
Sutikno yang merupakan pimpinan media Pacitan Post sekaligus telah berkecimpung selama 32 tahun di dunia jurnalistik memperoleh 38 suara.
Ia unggul cukup jauh dari tiga kandidat lainnya. Rojihan dari Times Indonesia memperoleh 20 suara, disusul Agus Setyo Wibowo dari tvOne dengan 5 suara, sementara Joko Wiyono dari Nusantara Post meraih 2 suara.
Dari total 72 pemilih, sebanyak 65 suara dinyatakan sah.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Sutikno kembali menduduki kursi Ketua FPPA untuk periode 2026–2028. Sebelumnya, ia juga dipercaya memimpin organisasi pewarta tersebut pada periode 2024-2026.
Proses pemilihan berlangsung dengan mengedepankan prinsip umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Setelah seluruh suara dihitung dan hasil ditetapkan, persaingan empat kandidat secara resmi berakhir.
Dalam pencalonannya, Sutikno membawa visi “Mewujudkan Insan Pers Bermartabat dan Sejahtera.”
Visi tersebut diterjemahkan melalui sejumlah misi, antara lain membangun komunikasi yang terbuka antaranggotanya, memperkuat kerja sama dengan pihak eksternal yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota, serta membantu menyelesaikan persoalan anggota dengan pihak lain yang berkaitan dengan pemberitaan.
Usai ditetapkan sebagai pemenang, Sutikno menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota FPPA yang telah menggunakan hak pilihnya dan mengikuti seluruh tahapan pemilihan.
“Ini amanat yang akan saya emban selama dua tahun untuk memimpin FPPA yang sama-sama kita cintai,” ujar Sutikno saat diwawancarai wartawan, Kamis (8/10/2026).
Ia juga mengajak seluruh anggota FPPA untuk kembali bersatu setelah proses kontestasi berakhir.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam sebuah pemilihan merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak semestinya menjadi alasan munculnya perpecahan di dalam organisasi.
“Jangan ada perpecahan, kita kembali bersatu dalam naungan FPPA yang kita cintai,” katanya.
Memasuki periode kepemimpinan 2026-2028, Sutikno dihadapkan pada pekerjaan untuk menerjemahkan visi dan misi yang telah disampaikan selama pencalonan ke dalam program kerja nyata.
Penguatan komunikasi internal, peningkatan kerja sama eksternal, pendampingan terhadap anggota yang menghadapi persoalan berkaitan dengan pemberitaan, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan insan pers menjadi sejumlah agenda yang akan diuji dalam dua tahun ke depan.
Dengan ditetapkannya Sutikno sebagai pemenang, pertarungan empat kandidat untuk memimpin FPPA telah selesai. Kini, kompetisi berganti menjadi tanggung jawab organisasi.
Mandat sudah diberikan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah visi “Mewujudkan Insan Pers Bermartabat dan Sejahtera” mampu diwujudkan menjadi kerja nyata selama periode kepemimpinan 2026-2028.(*)
Penulis : Iwan

