BREAKING NEWS

Semangat Sakti Wiyata Nada, Drumband SD Wiyoro Meriahkan PPHBN Kecamatan Ngadirojo

Benua Post Nusantara, Pacitan - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa semakin meriah di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. 

Berbagai kegiatan digelar untuk menyemarakkan momentum kemerdekaan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk menunjukkan kreativitas serta semangat kebangsaan.

Salah satu penampilan yang turut mencuri perhatian dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PPHBN) Kecamatan Ngadirojo adalah penampilan drumband dari SD Wiyoro. 

Mengusung nama Sakti Wiyata Nada, kelompok drumband tersebut tampil membawa semangat para pelajar dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan. 

Penampilan para siswa menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Kehadiran para pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perayaan HUT Kemerdekaan RI bukan hanya menjadi milik kalangan tertentu. 

Semangat kemerdekaan juga hidup melalui kreativitas dan keberanian generasi muda untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat.

Sejak tampil di hadapan masyarakat, para anggota Sakti Wiyata Nada menunjukkan semangat dan kekompakan. Permainan alat musik drumband yang dilakukan secara bersama-sama membutuhkan konsentrasi, kedisiplinan, serta kemampuan untuk menjaga ritme.

Bagi para siswa, tampil dalam kegiatan PPHBN Kecamatan Ngadirojo tentu bukan sekadar memainkan alat musik. Mereka juga belajar bagaimana bekerja dalam sebuah kelompok, mengikuti arahan, menjaga kekompakan, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter. Sebab, kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar mengenai kedisiplinan dan kerja sama dengan cara yang menyenangkan.

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, penampilan Sakti Wiyata Nada pun mendapatkan perhatian dari masyarakat yang hadir. Orang tua dan wali murid tampak memberikan dukungan kepada anak-anak yang tampil membawa nama sekolah.

Bagi keluarga siswa, momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus merasakan pengalaman tampil dalam sebuah kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Sonia, selaku wali murid siswa SD Wiyoro , mengungkapkan rasa syukur dan bangganya karena anak-anak mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan PPHBN Kecamatan Ngadirojo.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI memberikan pengalaman berharga bagi mereka. Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, anak-anak juga dapat belajar tampil di hadapan masyarakat dan membangun rasa percaya diri.

“Sebagai wali murid tentu kami merasa bersyukur dan bangga melihat anak-anak bisa ikut tampil dalam kegiatan seperti ini. Mereka bisa belajar banyak hal, bukan hanya soal drumband, tetapi juga tentang kekompakan, keberanian dan tanggung jawab,” ujar Sonia saat diwawancarai wartawan pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

Menurutnya, dukungan dari orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat sangat penting agar potensi anak-anak dapat berkembang secara maksimal.

“Kami sebagai orang tua tentu akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini. Harapannya anak-anak semakin semangat berlatih dan semakin percaya diri,” tambahnya.

Rangkaian PPHBN Kecamatan Ngadirojo menjadi salah satu momentum yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Keterlibatan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SLTA, membuat kegiatan tersebut memiliki warna tersendiri. Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang dimiliki.

Bagi generasi muda, kegiatan semacam ini memiliki arti penting. Kemerdekaan tidak hanya dipahami sebagai sejarah perjuangan bangsa pada masa lalu, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan positif yang dilakukan generasi penerus.

Seni, olahraga, pendidikan, kreativitas dan berbagai kegiatan kemasyarakatan dapat menjadi media untuk menanamkan semangat persatuan dan kebersamaan.

Penampilan drumband Sakti Wiyata Nada menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana anak-anak dapat mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan. Mereka hadir bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku yang ikut menghidupkan suasana peringatan HUT RI.

Di balik penampilan yang berlangsung dalam waktu singkat, tentu terdapat proses latihan yang membutuhkan ketekunan. Setiap anggota harus memahami alat musik yang dimainkan, mengikuti irama dan menjaga kekompakan dengan anggota lainnya.

Drumband pada dasarnya tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Satu kesalahan kecil dapat memengaruhi keseluruhan penampilan. Karena itu, setiap anggota dituntut untuk mampu mendengarkan, memperhatikan aba-aba dan menyesuaikan diri dengan kelompok.

Proses tersebut secara tidak langsung membentuk karakter siswa. Mereka belajar bahwa sebuah hasil yang baik membutuhkan proses, latihan dan kerja sama.

Nilai itulah yang kemudian menjadi salah satu manfaat penting dari kegiatan ekstrakurikuler bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Ketika mereka tampil di hadapan masyarakat, rasa percaya diri tumbuh dari proses yang telah mereka jalani. Dukungan orang tua dan guru pun menjadi bagian penting dalam memberikan motivasi kepada para siswa.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan bangsa.

Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar kelak akan menjadi generasi yang menentukan arah perjalanan bangsa. Karena itu, menanamkan semangat kebangsaan sejak dini menjadi hal yang penting.

Kegiatan seperti PPHBN memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal nilai kebersamaan secara langsung. Mereka bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain, tampil bersama masyarakat dan merasakan atmosfer perayaan kemerdekaan.

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan HUT RI selesai. Nilai disiplin, kerja sama, keberanian dan tanggung jawab yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi SD Wiyoro , keikutsertaan Sekti Wiyata Nada dalam PPHBN Kecamatan Ngadirojo juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kepada siswa untuk berkembang melalui kegiatan seni dan kreativitas.

Dengan dukungan sekolah, guru, orang tua serta masyarakat, diharapkan kegiatan positif semacam ini dapat terus berkembang.

Pada akhirnya, kemeriahan HUT Kemerdekaan RI bukan hanya diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari seberapa jauh momentum tersebut mampu memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk belajar, berkarya dan tumbuh bersama.

Penampilan Sekti Wiyata Nada dari SD Wiyoro  menjadi salah satu warna dalam perayaan tersebut. Di balik dentuman alat musik dan langkah para siswa, tersimpan pesan sederhana bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui keberanian untuk berkarya, belajar bekerja sama dan memberikan yang terbaik bagi lingkungan.

Dari panggung PPHBN Kecamatan Ngadirojo, para siswa pun menunjukkan bahwa generasi muda memiliki cara sendiri untuk merayakan kemerdekaan: dengan kreativitas, kekompakan dan semangat untuk terus berkembang.(*)

Penulis : Iwan
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar