Kapolri Hadiri Rakernas KSBSI 2026, Dorong Penguatan Kompetensi dan Perlindungan Pekerja Indonesia
JAKARTA | BENUAPOST NUSANTARA— Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bersama jajaran menghadiri kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) 2026. Kegiatan tersebut membahas berbagai persoalan strategis di bidang ketenagakerjaan, perlindungan buruh, serta tantangan dunia kerja di tengah perubahan ekonomi dan situasi global.
Dalam Rakernas, jajaran pimpinan organisasi serikat pekerja menyampaikan sejumlah hasil pembahasan sekaligus rekomendasi yang menjadi perhatian organisasi. Pembahasan mencakup penguatan kelembagaan, perlindungan tenaga kerja, kebijakan ketenagakerjaan, tata kelola organisasi, serta upaya memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Kehadiran Kapolri dan jajaran mendapat apresiasi dari pimpinan serikat pekerja. Kehadiran kepolisian dipandang sebagai bagian penting dalam membuka ruang dialog serta membangun hubungan yang konstruktif antara aparat penegak hukum dan kalangan pekerja.
Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan global. Menurutnya, peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi menjadi hal yang semakin penting seiring perkembangan teknologi, transformasi industri, dan perubahan regulasi.
Perubahan tersebut, lanjutnya, tidak hanya menghadirkan tantangan bagi pekerja, tetapi juga membuka berbagai peluang baru. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perkembangan dunia kerja.
Kapolri juga menekankan perlunya membangun sinergi antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan serikat pekerja dalam memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh.
Sejumlah persoalan ketenagakerjaan turut menjadi perhatian, mulai dari pengupahan, perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga perkembangan dan perubahan regulasi di bidang ketenagakerjaan.
Komunikasi antara serikat pekerja, pemerintah, dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang muncul dapat dibahas dan diselesaikan melalui dialog serta mekanisme yang konstruktif.
Sementara itu, pimpinan serikat pekerja menegaskan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan buruh tidak berhenti setelah Rakernas selesai. Berbagai hasil pembahasan dan rekomendasi yang telah dirumuskan akan menjadi pijakan organisasi dalam menjalankan agenda perjuangan ke depan.
Serikat pekerja juga mengingatkan seluruh anggotanya agar tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi. Penyampaian pendapat merupakan bagian dari hak pekerja, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketentuan hukum serta tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun fasilitas umum.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini dinilai turut hadir dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah.
Rakernas kemudian ditutup dengan pesan kepada seluruh jajaran organisasi agar terus memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan komunikasi dengan pemerintah dan pengusaha, serta melanjutkan perjuangan dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja Indonesia.
“Perjuangan kita tidak pernah berhenti. Mari kita pulang dengan semangat memperkuat organisasi dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja,” demikian pesan yang disampaikan dalam penutupan kegiatan.
Reports: Susylawaty



