Dari Makkah ke Madinah, Raden Wahyudin Nursaleh Tunaikan Umrah Bersama Istri
0 menit baca
BENUA POST NUSANTARA | MAKKAH AL-MUKARRAMAH, ARAB SAUDI — Raden Wahyudin Nursaleh bersama sang istri, Raden Nenden Sungkanawati Kusumaningrat, menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah selama hampir sembilan hari.
Perjalanan spiritual tersebut diisi dengan berbagai rangkaian ibadah, mulai dari tawaf mengelilingi Ka'bah, sa'i, salat di Masjidil Haram, hingga ziarah ke Raudhah dan makam Rasulullah Nabi Muhammad SAW di kawasan Masjid Nabawi, Madinah.
Dengan bimbingan Ustaz Fatih Ali, S.Ag., selaku mutawif, serta KH Dr. Abdul Kodir Nurhasan, M.Pd., Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Insan Kamil Kota Bogor, seluruh rangkaian ibadah dilaporkan berjalan lancar.
Sebanyak 19 jamaah mengikuti perjalanan umrah tersebut di bawah naungan JWM dan Haba Tour Pondok Pesantren Al Ihya Insan Kamil, Kota Bogor, Jawa Barat.
Bagi Raden Wahyudin, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, sekaligus memanjatkan doa bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Suasana kekeluargaan juga terasa ketika Almukarom Kasepuhan KH Dr. Drs. R. Khaerul Saleh, M.Pd., Pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihya Insan Kamil, menyampaikan salam kepada para jamaah melalui sambungan video call bersama Raden Wahyudin Nursaleh dari Tanah Suci.
KH R. Khaerul Saleh yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Insan Kamil 1980—yang menaungi jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga STIT—menyampaikan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, umur panjang, serta keberkahan.
Doa juga dipanjatkan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dilakukan mendapatkan qabul dan ijabah, serta menjadi perjalanan umrah yang membawa keberkahan bagi para jamaah dan keluarga yang ditinggalkan.
Selain sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya Insan Kamil, KH R. Khaerul Saleh juga merupakan pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Nidaul Ihya, Pabangbon, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Perjalanan Raden Wahyudin Nursaleh dan 18 jamaah lainnya di Tanah Suci menjadi catatan spiritual yang diharapkan tidak berhenti pada rangkaian ritual semata, tetapi juga membawa nilai keteladanan, kedamaian, dan keberkahan setelah kembali ke tanah air.
Makkah Al-Mukarramah, 1 Oktober 2026
Jurnalis: Drs. R. Wahyudin, BA
Dewan Penasehat Benua Post Nusantara

